Peserta dari Berbagai Daerah Ikuti Lomba Menceritakan Sejarah Pers Indonesia di HUT Bimc Media 

Salah peserta lomba di HUT Bimc Media diatas pentas lagi menceritakan sejarah pers di Indonesia dihadapan para peserta lainnya dan para tamu undangan yang hadir.

MEULABOH (MA) Puluhan peserta dari berbagai daerah di Aceh mengikuti lomba menceritakan Sejarah Pers Indonesia dalam rangka menyambut HUT Bimc Media yang ke-3 tahun, acara perlombaan berlangsung di Aula DP3AKB kabupaten Aceh Barat. Rabu, (31/5/2023)

“Mereka yang mengikuti lomba hari ini datang dari berbagai daerah. Ada yang dari Jakarta, Aceh Utara, Aceh Selatan, hingga Banda Aceh, namun kebanyakan dari mereka merupakan mahasiswa yang berasal dari Universitas Teuku Umar (UTU), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tengku Dirundeng Meulaboh (STAIN TDM),” Kata Ketua Panitia Pelaksana Rovki Muhammad Akbar.

BACA JUGA...  Polsek Bakongan Timur  Bantu Warga Dhuafa 

Rovki juga mengatakan, Puluhan peserta yang mengikuti lomba pada hari ini merupakan mereka yang dinyatakan lolos seleksi administrasi serta makalahnya.

“Setelah kami seleksi makalah dan sebagainya, dari 40 peserta yang ikut hanya 13 peserta yang berhasil memenuhi syarat dan lolos ke tahap ini,”ungkap Rovki.

Sementara itu, Pimpinan Bimc Media dalam sambutannya mengatakan, Minat generasi muda di pantai Barat Aceh dalam mengikuti ajang kompetisi bergengsi seperti ini sangat rendah, sangat berbeda jika perlombaan yang di gelar itu berbentuk Game.

BACA JUGA...  Mengapa Indonesia Harus Prabowo-Puan 2024-2029?

“Berdasarkan hasil survei Bimc Media Jika kompetensi seperti ini sangat minim peminat, kalau sejenis permainan seperti game, putsal mungkin lebih rame peminatnya,”ujar Fitriadi.

ia mengajak mahasiswa serta pemuda di era milenial ini agar bisa manfaatkan waktu sebaik mungkin. Karena menurutnya, jika pemuda serta mahasiswa yang tidak mau di uji kemampuannya, maka itu bukan satu langkah untuk maju di hari depan.

BACA JUGA...  Haris Pertama: Natuna Milik Indonesia, KNPI Serukan Pemuda Jaga Kedaulatan Negara

“Kalau tidak berani di uji kemampuannya, maka bukan langkah maju untuk hari depan” Demikian Pungkas Fitriadi. (Rul).