Sementara Ketua Dewan Pembina Yayasan Ahmad Basyir Darussalam (ABADA), Mayjen TNI (Purn) Sulaiman AB, dalam sambutannya mengatakan, yayasan yang dikelola oleh keluarga besarnya akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni pendidikan Alquran, pengembangan budaya Marhaban dan Barzanji, serta seni budaya gambus.
“Tiga pilar inilah yang diajarkan oleh almarhum Haji Ahmad Basyir, ayahanda kami dulu kepada kami anak-anaknya. Termasuk saya”, tuturnya membuka kata.
Mengenang masa kecil, Sulaiman bercerita ayahnya sangat keras mendidik anak-anak, terutama saat belajar membaca Alquran.
“Dahulu, ayah kami ketika mengajarkan baca Quran selalu membawa rotan. Kalau kita salah membaca, makharijul huruf tidak tepat, atau tajwid bacaan salah, maka kami dipukul pakai rotan. Itu sehabis mengaji, tangan kita merah-merah akibat dipukul rotan”, urainya yang disambut tawa hadirin.
“Tapi, hal itulah yang membuat kami semua bisa membaca Alquran dengan baik”, sebut Sulaiman lagi dengan mata yang berkaca-kaca.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan, Zulfahmi dalam laporannya mengatakan, dana pembangunan gedung bersumber dari keluarga besar Haji Ahmad Basyir ditambah dari sumbangan dan wakaf dari berbagai pihak.
“Sementara waktu yang dibutuhkan membangun gedung mencapai setahun dari sejak peletakan batu pertama”, terangnya lagi.




