Kata dia, POPDA tahun ini mempertandingkan sebanyak 16 cabang olahraga. Namun Kabupaten Aceh Utara hanya mengikuti 13 cabor sesuai dengan kuota atlet dan kemampuan daerah. Cabor yang tidak diikuti adalah tenis lapangan, tarung derajat dan kempo. “Tidak ada pelajar yang berhasil lolos seleksi pada ketiga cabor tersebut,” kata Nasir.
Para atlet POPDA tersebut adalah pelajar dan siswa dari seluruh sekolah di Aceh Utara yang lolos seleksi yang diadakan Disporapar Aceh Utara pada Februari 2024 lalu.
Nasir menambahkan, pihaknya mengandalkan sejumlah cabor yang diprediksi akan merebut medali emas pada perhelatan POPDA kali ini. Yakni pada cabang sepakbola, bola volley, pencak silat, atletik, tinju dan taekwondo. “Itu cabang-cabang andalan kita yang insyaAllah bisa merebut emas, prediksi ini berdasarkan pantauan dan monitoring yang terus kita lakukan sejak atlet-atlet masuk tahap training dan pemusatan latihan,” ungkapnya.
Nasir sangat mengharapkan para atlet POPDA Aceh Utara nantinya dapat memaksimalkan seluruh potensi diri dalam bertanding, begitupun tetap menjaga sportivitas dan nilai-nilai persahabatan. Kontingen Aceh Utara selama berada di Kota Idi akan menempati gedung SD Negeri 6 Idi, Aceh Timur.(Sayed Panton).




