“Dan ini bisa saja berdampak dan berpotensi pada macetnya keberlanjutan belajar mengajar,” Tegas Dia.
Dari aspek lain, mereka [para Guru] akan menambah hutang, parahnya bisa saja para Guru akan melakukan pinjaman berbasis online (Pinjol), “Maka sudah sepatutnya dua lembaga terhormat tersebut peka dengan kondisi rakyat termasuk guru,”.
Usman menyarankan, seyogianya Penjabat (PJ) Gubernur dan Ketua DPRA sudah harus segera duduk bersama dan Pemerintah Aceh harus membuka komunikasi dengan DPRA.
Agar perbedaan dalam kebijakan anggaran bisa diselesaikan. “Kan masih banyak lembaga di Aceh yang bisa menjembatani dan memfasilitasi di Aceh kenapa harus cepat-cepat ke Jakarta?,” kata Usman.
Dia menyarankan, agar Kisruh harus bisa segera diselesaikan dan APBA bisa dijalankan. Dikawatirkan jika ini tidak ada titik temu dan terus tak ada solusi dan kesepakatan, berdampak besar pada pembangunan dan ekonomi Aceh.
“Ingat, Persoalan ini bisa menjadi konflik politik antar elit dan rakyat dengan elit bisa saja terjadi,” pungkasnya. [Syawaluddin].




