Muntasir Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Politik Islam Pertama di Aceh

Jumat, 11 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saat pengukuhan Prof. Dr. Tgk. H. Muntasir A. Kadir, S.Ag., M.A.sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Politik Islam di Universitas Malikussaleh (Unimal) oleh Rektor Unimal Prof. Dr. Herman Fitrha, Asean, Eng, Jum'at, (11/7).

Saat pengukuhan Prof. Dr. Tgk. H. Muntasir A. Kadir, S.Ag., M.A.sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Politik Islam di Universitas Malikussaleh (Unimal) oleh Rektor Unimal Prof. Dr. Herman Fitrha, Asean, Eng, Jum'at, (11/7).

LHOKSEUMAWE  | MA — Prof. Dr. Tgk. H. Muntasir A. Kadir, S.Ag., M.A. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Politik Islam di Universitas Malikussaleh (Unimal), pada, Jumat (11/7/2025).

Ia menjadi Guru Besar pertama dalam bidang tersebut, baik di Unimal maupun di Provinsi Aceh.

Pengukuhan berlangsung di Gedung ACC Unimal, Lhokseumawe, dan ditandai dengan penyematan lencana Guru Besar oleh Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng. Penetapan jabatan akademik ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 01941/E4/DT.04.01/JAD/2024.

BACA JUGA...  Perkuat Sinergi Antar Penegak Hukum, Kapolda Aceh Audensi dengan Kejati

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Kontekstualisasi Gagasan dan Pemikiran Ulama Dayah dalam Pembangunan Politik di Aceh”, Prof. Muntasir menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam sistem politik modern.

Menurutnya, politik dalam pandangan Islam bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga menyangkut amanah, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat.

“Jika pemikiran ulama hanya tinggal dalam kitab tanpa aktualisasi, politik akan kehilangan arah moralnya,” ujarnya.

BACA JUGA...  Biota Sungai Berkurang, Mahasiswa Lepas Ribuan Benih Ikan

Rektor Unimal menyebut Prof. Muntasir sebagai tokoh yang menjembatani pesantren dan perguruan tinggi. “Beliau adalah contoh bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat moralitas, tapi juga mampu melahirkan pemikir yang berbicara di tingkat nasional,” kata Prof. Herman.

Berita Terkait

Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 
Musriadi Aswad: Pentingnya Sekolah Bebas Bullying 
Kemenag Aceh Utara Berangkatkan 86 Peserta Apresiasi Madrasah 2026
Penetapan Lokasi SR Aceh Selatan Masih Plin-Plan, Siswa Belajar di SKB
Empat Siswa di Aceh Utara Tembus Final Nasional KSR 2026
DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik untuk Mahasiswa
PAUD-HI Perkuat Edukasi Keselamatan Anak
Kapolsek Jagong Jeget Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Bullying

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Musriadi Aswad: Pentingnya Sekolah Bebas Bullying 

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kemenag Aceh Utara Berangkatkan 86 Peserta Apresiasi Madrasah 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Penetapan Lokasi SR Aceh Selatan Masih Plin-Plan, Siswa Belajar di SKB

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Empat Siswa di Aceh Utara Tembus Final Nasional KSR 2026

Berita Terbaru

 Helmi ketua PETA Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:46 WIB

RAGAM BERITA

FPRMI Aceh Bahas Batas Pidana Pers

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:25 WIB

Puncak Gunung Lubuk Layu Samadua yang biasanya tampak menghijau dari kejauhan sekitar 3-4 Km, mini terlihat diliputi kabut asap.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:19 WIB

EKBIS

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:13 WIB