Sekretaris Disdikbud Aceh Utara, Razali, menjelaskan bahwa tahap awal ini masih fokus pada pembangunan RKB. “Fasilitas yang ada sekarang masih terbatas, sehingga secara bertahap akan kita lengkapi dengan ruang kantor, ruang guru, dan perpustakaan,” ujarnya di sela acara.
Ia menegaskan, pihaknya telah memasukkan usulan penambahan fasilitas SDN 19 Cot Girek dalam daftar prioritas pembangunan tahun 2026. “Sekolah baru membutuhkan penyesuaian. Kita akan usahakan kelengkapan fasilitas masuk prioritas tahun depan,” tambahnya.
Saat ini, SDN 19 Cot Girek memiliki dua rombongan belajar. Sambil menunggu pembangunan rampung, kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di meunasah desa setempat. “Target kita akhir tahun ini gedung sudah selesai, sehingga awal tahun ajaran baru nanti anak-anak sudah bisa belajar di ruang kelas permanen,” ungkap Razali.
Ia juga mengajak masyarakat Desa Alue Drien untuk turut mendukung keberadaan sekolah tersebut. “Kami berharap masyarakat menjaga sekolah ini dengan baik, dan para orang tua mengarahkan anak-anaknya bersekolah di sini, karena fasilitas akan terus kita lengkapi,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Utara yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh, Nasrizal (Cek Bay), menegaskan dukungannya terhadap pembangunan SDN 19 Cot Girek di lokasi baru. Menurutnya, sekolah ini merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat Desa Alue Drien dan sekitarnya.




