Mendagri Tak Punya Nyali Berhentikan Ahok Sebagai Terdakwa

Sabtu, 11 Februari 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA- Sejumlah kalangan meragukan ketegasan Mendagri Tjahjo Kumolo terhadap kepala daerah yang tersandung kasus hukum.

Pandangan itu, salah-satunya disampaikan Pembina Advocat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman, kepada rmoljakarta melalui siaran elektroneknya, Rabu (8/2/2017).

Kata Politisi Partai Gerindra yang satu ini, ketidak tegasan Mendagri bisa dilihat dalam menentukan kebijakan menyusul kasus dugaan penondaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sepanjang kasus ini bergulir, Ahok sendiri sudah ditetapkan sebagai terdakwa oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Namun sepanjang itu pula, Tjahjo belum juga menerbitkan SK penonaktifan sementara kepada yang bersangkutan karena berbagai alasan, diantara Ahok masih menjalani cuti kampanye Pilkada 2017.

BACA JUGA...  KIP Kabupaten Bireuen Gelar Rapat Pleno Pilkada 2024

Meski demikian, Habiburokhman berharap, bekas Sekjen PDI Perjuangan itu segera menindaklanjuti proses penonaktifan terhadap Basuki mengingat masa kampanye Pilkada akan berakhir 11 Februari 2017 mendatang.

“Berakhirnya masa cuti Ahok, tanggal 11 Februari 2017 nanti, maka kami dari ACTA ( Advokat Cinta Tanah Air) menyerukan kepada Bapak Mendagri Tjahyo Kumolo harus segera memberhentikan sementara Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta,” pinta Habiburokhman.

Seharusnya penonaktifan dilakukan setalah Ahok resmi menyandang status terdakwa karena kasis dugaan tindak pidana yang ancaman hukumannya maksimal 5 tahun.

BACA JUGA...  Pembangunan RSUD Siron Tak Layak Dan Mubazir

Demikian itu, sesuai dengan pasal 83 UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Pemda).

“Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah diberhentikan sementara tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun, tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, tindak pidana terhadap keamanan negara, dan/atau perbuatan lain yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya mengutip isi pasal 83 UU Pemda.

BACA JUGA...  HAB Ke-79 di Aceh Selatan,  Dari Upacara Hingga Pemilihan Guru Teladan dan Olah Raga 

Menurutnya, Mendagri tidak boleh memberikan perlakuan istimewa terhadap terdakwa kasus penistaan agama tersebut.

“Karena Ahok sudah menyandang status terdakwa dugaan tindak pidana Pasal 156 huruf a KUHP yang ancaman hukumannya maksimal 5 tahun,” imbuh dia.

Diberitakan seblumnya, JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama.

Ahok dinilai secara sengaja telah menghina surat Al Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Pramuka, Kecamatan Pulau Seribu Selatan, Kabupaten Pulau Seribu, pada 27 September 2016.[Garudakita]

Berita Terkait

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 21:43 WIB

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB