“Semoga Mualem tidak menyesetujui niat buruk kepala BPKS itu, jika juga dilantik kami khawatir selain memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini dan juga akan menghancurkan kemajuan Sabang,” kata salah seorang anggota KPA wilayah Sabang dan Pulo Aceh, yang namanya minta tidak dicantumkan.
Terkait munculnya akan ada pelantikan pejabat BPKS dikonfirmasi media ini Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam selaku anggota DKS ia menjelaskan, dirinya diberitahukan hanya secara lisan saja.
Seperti diketahui pelantikan pejabat secara diam-diam bisa menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas proses dalam menjalankan roda lembaga,.apalagi pelantikan dilakukan tanpa pemberitahuan publik dapat menimbulkan kesan bahwa proses tersebut tidak transparan.
Bahkan ada kesan pejabat yang dilantik secara diam-diam mungkin tidak merasa perlu bertanggung jawab atas tindakan mereka. Dan dapat memicu spekulasi tentang adanya praktik nepotisme atau kepentingan bagi mereka yang sudah sepakat sebelumnya.
Seharusnya harus dilakukan hal-hal lain dalam penjaringan calon pejabat untuk mengetahui kemampuan dan sosok yang akan duduk sebagai pimpinan. Artinya bukan atas kepentingan pibadi dan kelompok.





