Makam Raja Kerajaan Darul Kamal di Biluy Bukan Seperti Makam Raja

Sabtu, 7 Oktober 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (MEDIAACEH)-Makam raja-raja Darul Kamal seperti cagar yang terlupakan. Padahal itu salah satu situs peninggalan kerajaan Aceh.

Pantauan mediaaceh.co.id, Jum’at, 6Oktober 201, kondisi makam Raja Darul Kamal yang terletak di wilayah Kabupaten Aceh Besar tepatnya di Desa Biluy, Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar seperti bukn sebuah makam raja.

Merujuk kepada sejarah, Kerajaan Aceh lahir dari penggabungan dua buah kota pemukiman besar di Aceh Besar. Hal ini ditulis dalam Hikayat Aceh, halaman 72. Kedua kota pemukiman ini yaitu Meukuta Alam dan Darul Kamal. Kedua kota ini, berdasarkan hikayat tersebut dipisahkan oleh satu aliran sungai.

BACA JUGA...  Kodam IM Jalin Silaturahmi Melalui Komsos Dengan Pemerintah

”Mada ada ngantarai daripada dua raja itu suatu sungai. Setengah kepada raja Makota Alam, setengah kepada raja Dar ul-Kamal,” tulis hikayat tersebut.

Kedua penguasa pemukiman selanjutnya mengawinkan anak mereka sebagai tonggak dasar penggabungan wilayah. Perkawinan itu berujung pada perluasan kedua kawasan yang kemudian dipimpin oleh seorang raja dari Meukuta Alam. Dua kerajaan yang bergabung ini kemudian dinamakan dengan Aceh Darussalam.  Sayangnya tidak ada catatan sama sekali mengenai tanggal pasti penggabungan dua wilayah ini.

BACA JUGA...  PWI dan SPS Harapkan Pemda Jalin Kemitraan Publikasi dengan Media Tersertifikasi Dewan Pers 

“Sebagai warisan atau cagar budaya yang merupakan situs sangat penting dalam perjalanan sejarah Aceh mestinya pemerintah daerah khususnya Pemkab Aceh Besar dibawah Dinas Pariwisata melestarikan kembali objek ini sebagai tempat wisata Islami dengan menyediakan tempat atau balai peristirahatan, mushalla, MCK dan pagar keliling sehingga fasilitas ini benar terjaga dan terawat,” ujar masyarakat setempat, Husaini.

BACA JUGA...  Kuburan Belanda Dijaga, Makam Ulama Dibuang Sampah

Husaini juga mengemukakan bahwa apabila pemugaran telah dilakukan pihak terkait bisa melakukan promosi wisata terhadap objek tersebut sehigga wisatawan dalam dan luar daerah bisa mengunjungi situs sejarah ini serta bisa menjadi icon wisata di Aceh Besar yang selama ini kurang diminati dikarenakan masyarakat kurang mengenal latar belakang Kerajaan Darul Kamal. (Darwin K)

Berita Terkait

Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru
Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing
Verdianto Iskandar Pimpin PB GABSI
WALHI: Selamatkan Bumi
Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda
Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo
Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas
Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WIB

Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru

Minggu, 20 September 2026 - 19:58 WIB

Verdianto Iskandar Pimpin PB GABSI

Minggu, 20 September 2026 - 19:44 WIB

WALHI: Selamatkan Bumi

Jumat, 18 September 2026 - 17:29 WIB

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Senin, 14 September 2026 - 17:05 WIB

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:39 WIB

Ketua PSI Provinsi Aceh, Anwar Tgk. Rabo.

PERISTIWA

PSI Aceh: Jangan Viralkan Identitas Anak di Ruang Digital

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:34 WIB

KESEHATAN

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Rabu, 23 Sep 2026 - 22:58 WIB

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB