MAA Bener Meriah Adakan Pelatihan Munayu

Senin, 30 Januari 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kaum Ibu - ibu sedang mengikuti pelatihan Munayu (menganyam) yang di selenggarakan oleh Majelis Adat Aceh (MAA) kabupaten Bener Meriah di aula Kantor MAA setempat, Kampung Hakim Tunggul Naru, Kecamatan Bukit, Senin, (30/1/2023).

Kaum Ibu - ibu sedang mengikuti pelatihan Munayu (menganyam) yang di selenggarakan oleh Majelis Adat Aceh (MAA) kabupaten Bener Meriah di aula Kantor MAA setempat, Kampung Hakim Tunggul Naru, Kecamatan Bukit, Senin, (30/1/2023).

BENER MERIAH (MA) – Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Bener Meriah melakukan pelatihan Munayu (menganyam) yang diperuntukan bagi kaum perempuan sebagai kegiatan yang kreatif dalam menunjang kearifan lokal budaya Gayo khususnya Kabupaten Bener Meriah.

Kegiatan pelatihan Munayu tersebut dibuka langsung olek Ketua MAA Kabupaten Bener Meriah Tgk. Abdul Kasah didampingi Kepala Sekretariat Al Hadi, S.H.I di aula Kantor MAA setempat, Kampung Hakim Tunggul Naru, Kecamatan Bukit, Senin, (30/1/2023).

Dalam sambutannya, Ketua MAA Kabupaten Bener Meriah Tgk. Abdul Kasah mengatakan, Salah satu kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah kegiatan Munayu, dimana kegiatan ini adalah kegiatan yang bersifat terapan, yang bertujuan untuk melatih keterampilan dalam merangkai sebuah serat secara rapi yang dilakukan secara berulang untuk menciptakan sebuah keindahan, dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari – hari.

BACA JUGA...  1.500 Peserta Meriahkan Gowes Pesona Nusantara di Abes

“Alhamdulillah, mudah –mudahan dengan pelatihan munayu ini, nantinya dapat kita kembangkan secara bersama – sama khasanah adat Gayo berupa alas (tikar), baik alas ketopang, tape becucuk, sentong (tempat nasi), dan lain-lain, semoga membawa dampak yang cukup siginifikan, karena ini adalah salah satu untuk menopang ekonomi, sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat, ” ungkap Tgk. Abdul Kasah.

Budaya khas Gayo ini akan tetap digunakan oleh masyarakat Gayo, seperti dalam pesta pernikahan dan acara adat lainnya, ini akan tetap selalu dipakai, tegasnya.

Dirinya berharap untuk  kedepannya terutama bagi ibu – ibu yang berpotensi, akan terus dilatih dan dibimbing, semoga ini dapat mengangkat harkat dan martabat orang Gayo, bahwa inilah kekayaan budaya Gayo, sekaligus dalam menunjang ekonomi masyarakat.

BACA JUGA...  Jalan di Ibu Kota Bener Meriah Berlobang, PUPR: Kita Segera Perbaiki Dalam Waktu Dekat 

“Selama ini sudah lama hilang dari peredaran, sudah lama hilang dari mata kita, untuk kegiatan Munayu ini, baik Munayu alas atau Munayu sentong (tempat nasi) sama tape (tempat beras kenduri), Insya Allah, dengan do’a kita bersama semoga kegiatan ini bisa berkembang sehingga bisa mengangkat budaya orang Gayo, Amiiin,” pungkasnya.

Sementara Kepala Sekretariat MAA Kabupaten Bener Meriah Al Hadi, S.H.I menambahkan, dengan diselenggarakannya kegiatan pelatihan ini, tentu akan menumbuhkan inovasi bagi masyarakat, karena dengan pandai Munayu akan tercipta model – model kreasi tikar Gayo, tape, sentong dan lainnya yang sangat di butuhkan si setiap prosesi adat gayo, seperti dalam adat perkawinan.

Tambahnya lagi, secara tidak langsung ini akan memberikan peluang usaha yang cukup menjanjikan bagi masyarakat, dengan bahan baku yang cukup dan juga mudah untuk didapatkan, “pekerjaan ini juga bisa dikerjakan pada waktu luang, asalkan kita mau, Insya Allah kita akan bangkit dari segi ekonomi,” imbuhnya.

BACA JUGA...  Hendra Budian dan Rais Abidin Gagal Maju Sebagai Bupati, Ini Penyebabnya 

“Dengan Munayu, berarti kita telah turut melestarikan warisan budaya leluhur kita, selain itu, dengan hasil Munayu ini, cukup banyak manfaat yang kita dapatkan selain untuk meningkatkan pendapatan keluarga, dengan menggunakan kerajinan tangan (Munayu) ini juga akan memberikan rasa nyaman dan tenang, karena warna yang dipakai juga memberi kesan yang indah dan lembut,”ujar Al Hadi.

Kegiatan Munayu tesebut diikuti oleh 20 kaum ibu – ibu dengan mendatangkan pelatih yang berpengalaman, nantinya para ibu – ibu tersebut akan diturunkan ke kampung – kampung untuk memberikan pelatihan kepada warga dengan materi yang sama, pungkasnya. (Kn/BM).

Berita Terkait

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan
PABPDSI Perkuat Peran Desa
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA
Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 
Bupati Asel HMW Lantik Sembilan Plt Jadi Definitif, Dua Lainnya “Impor”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB