Kuala Parit Eksotik dan Penomenal

Jumat, 7 Februari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG, (MA) | Gundukan batu besar, hasil evolusi jutaan tahun silam menjulang bak artepak membentuk bentangan karst yang eksotik dan fenomenal, Riam Kuala Parit, menjadikan tempat tersebut sebagai destinasi utama di Kabupaten Aceh Tamiang, provinsi Aceh; kini keberadaannya sudah menasional.

Dilansir mediaaceh.co.id Bentangan batu alam itu menciptakan pesona tersendiri, membentuk guratan ukiran candi membelah gemericik beningnya air sungai Blutan. Celah demi celah guratan batu memberikan pemandangan mata yang sungguh mempesona seakan tak ingin berkedip.

BACA JUGA...  Gubernur Aceh Periode 2000-2004 Penuhi Undangan Panitia MURA PDA

Dikelilingi oleh belantara hutan tropis gunung bukit barisan memberikan nuansa tersendiri yang sangat eksotik dan menakjubkan, kicauan burung menghantarkan para turis yang berkunjung sebagai isyarat, selamat datang ditanah leluhurku, Raja Kaloy.

Eksotik bebatuan volkano Riam Kuala Parit menancapkan akar bebatuannya keperut bumi, malu menampakan kemolekan tubuh indahnya. Muntahan air dari hulu bebatuan membentuk riam riam kecil, menimbulkan gelombang, cocok bagi arung jeram amatiran memulai debutnya.

BACA JUGA...  Bawa Ganja, Dua Mahasiswi asal Bireuen Ditangkap di Stabat

Meski molek, beriak dan tenang. Riam Kuala Parit masih menyimpan aroma mistik yang sangat kental, terkadang seketika memuntahkan air pasang yang tinggi jika ada yang berbuat kotor. Tempat ini tidak boleh dimanjakan dengan perbuatan ‘tidak senonoh’ bagi pasangan yang bukan muhrim, senda gurau terlalu berlebihan. Cukup datang, mandi dan nikmati kemolekkan bentangan karst dan riamnya.

BACA JUGA...  Galang Sirul Mubtadin, MAAR Group Gelar Zikir Akbar di Pijay

Berita Terkait

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 
Longsor Menghantui Pengguna Jalan 
Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana
Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:23 WIB

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Senin, 21 September 2026 - 19:46 WIB

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Sabtu, 19 September 2026 - 21:33 WIB

Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

EKBIS

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:23 WIB