Keputusannya untuk maju sebagai calon wali kota bukan datang dari ambisi pribadi, melainkan desakan dan kekompakan masyarakat.
Ia merasa, jika Langsa dibiarkan terpuruk lebih lama, nilai-nilai yang menjadi fondasi kota ini, termasuk syariat Islam, akan semakin tergerus.
“Ini tanggung jawab kita semua, menjaga Langsa tetap teguh pada jalur syariat, sembari terus maju dan berkembang,” lanjutnya dengan tegas.
Semangat perjuangan Maimul Mahdi mengingatkan pada masa keemasan Kota Langsa di bawah kepemimpinan UMARA—Usman Abdullah dan Muzakir Hamid.
Di masa mereka, Langsa tumbuh pesat dengan fondasi ekonomi yang kuat, tatanan kota yang terstruktur, serta keberhasilan membangun layanan publik yang diakui hingga tingkat nasional.
Kini, di tengah tantangan zaman, Maimul Mahdi merasa bahwa tugas ini harus diteruskan agar Langsa tidak kehilangan arah.
Antusiasme Masyarakat, Bukti Kepercayaan terhadap Partai Aceh
Ribuan masyarakat yang hadir memberikan sorakan semangat ketika Maimul Mahdi menyerukan pentingnya menjaga kepercayaan terhadap Partai Aceh.
Dalam momen yang menggugah hati, ia meminta warga untuk tidak tergiur dengan politik uang yang hanya akan mengorbankan masa depan mereka.
“Lima tahun Langsa dipertaruhkan. Jangan jual masa depan anak cucu kita demi setumpuk uang. Pilihlah pemimpin yang tulus berjuang untuk rakyat, bukan yang hanya mengejar kepentingan bisnis pribadi,” tegas Maimul Mahdi, yang disambut dengan pekikan [Partai Aceh Menang!] dari para hadirin.




