KPA PA dan Masyarakat Bersatu Menangkan Maimul Mahdi-Nurzahri

Nurzahri kemudian mengajak masyarakat Langsa untuk merenung sejenak dan mengambil pelajaran dari sejarah panjang Aceh, terutama dari era Kesultanan Aceh Darussalam.

“Kejayaan Aceh dimulai sejak Sultan Ali Mughayat Syah hingga puncaknya di masa Sultan Iskandar Muda. Perjalanan menuju puncak kejayaan itu tidak instan, namun melalui proses yang panjang dan penuh tantangan. Begitu pula dengan perjuangan kita di Partai Aceh—kita harus konsisten dan berjuang demi terwujudnya MoU Helsinki dan otonomi khusus Aceh,” lanjutnya.

BACA JUGA...  Repnas Lhokseumawe Dukung Mualem - Dek Fad, Ini Alasannya 

Nurzahri tak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi Partai Aceh, baik dari internal maupun eksternal.

Dengan usia Partai yang baru 18 tahun, Partai Aceh diakui belum setua partai nasional lainnya, namun justru hal ini yang menjadi kekuatan.

“Kita partai muda, tapi partai yang lahir dari darah dan keringat perjuangan rakyat Aceh. Dan kita punya tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan ini,” tegasnya.

BACA JUGA...  Helmy Halim Ikut Fit And Proper Tes Sebagai Calon Walikota Tangerang 

Ia juga menyinggung soal intimidasi dan tekanan yang datang dari partai-partai nasional yang sudah lama bercokol di Aceh, namun tak kunjung memberikan solusi nyata bagi kesejahteraan rakyat.

“Kita semua tahu, Aceh di bawah Partai Aceh jauh lebih maju dan berkembang daripada ketika dikuasai partai nasional yang hanya menimbulkan konflik dan kesenjangan,” ujarnya dengan lantang.