“Kesuksesan agenda Pemerintah Aceh adalah jaminan keberlanjutan misi politik KPA, terutama di wilayah Pidie,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas wilayah dan memaknai MoU Helsinki sebagai kesepakatan berkelanjutan, bukan sekadar kenangan sejarah.
Sekretaris PA DPW Pidie, M. Iriawan, SE, mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai pahlawan bagi seluruh umat manusia.
Ia meminta Pemerintah untuk memberi perhatian lebih kepada korban konflik di Pidie melalui program yang berpihak kepada mereka, termasuk usulan “dana abadi” yang digagas Gubernur Aceh untuk kesejahteraan mantan kombatan—seperti halnya veteran pejuang DI/TII maupun pejuang kemerdekaan RI.
“Kegiatan Hari Pahlawan ini adalah bentuk penghormatan, baik kepada Pahlawan Nasional maupun syuhada GAM yang gugur saat konflik. Momentum ini harus menjadi dorongan untuk menjaga perdamaian Aceh dan tidak melakukan kegiatan yang mengganggu stabilitas,” tegasnya.
Acara ditutup dengan tausiyah dan doa oleh Tgk. Waled Nasir Ismail, mantan Ketua MUNA Pidie/MPU Kabupaten Pidie. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan sebagai wujud komitmen bersama dalam merawat perdamaian Aceh. (R)




