Kodim Bersama Kapolres Lhokseumawe Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi

  • Bagikan
Dandim Oke Kistiyanto bersama Kapolres Lhokseumawe Eko Hartanto mengunjungi pelaksanaan vaksinasi.

 39 total views,  1 views today

Aceh Utara (MA) –  Komandan kodim 0103/ Aceh Utara Letnan Kolonel (Letkol) Arm Oke Kistiyanto bersama Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Selasa (16/11) mengunjungi pelaksanaan vaksinasi di sekolah, vaksinasi di sekolah dilaksanakan untuk pelajar.

“Kami sebagai Institusi Pertahanan Negara akan membantu dan menyiapkan fasilitas juga tim vaksin supaya para Siswa/siswi bisa mendapatkan vaksin dengan mudah dan Aman khususnya di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara,” ungkap Dandim.

Kemudian ia mengatakan, obat ini telah di nyatakan halal dan aman untuk digunakan demi meningkatkan imunitas tubuh di setiap individu, jadi kami berharap jangan mudah percaya dengan berita hoax yang beredar diluar kalau vaksinasi dapat membahayakan para siswa/siswi itu sendiri.

“Kami juga berharap kepada siswa/siswi untuk tidak mencoba mendekati apa lagi menggunakan yang namanya NARKOBA selain dampaknya akan merusak semua generasi muda dan ancaman hukumnya apabila terlibat Narkoba akan di hukum mati,” paparnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA 1 Dewantara, Aceh Utara Mustafa menuturkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan vaksinasi yang difasilitasi oleh TNI-Polri, kegiatan ini merupakan upaya nyata dengan serius untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kegiatan vaksinasi ini juga mendapat dukungan dari seluruh orang tua maupun wali murid,” imbuhnya.

Selain itu dirinya mengatakan, para orang tua yang belum divaksin juga bisa mendapatkan vaksinasi pada kegiatan ini ataupun kegiatan berikutnya.

Peninjauan vaksinasi tersebut berlangsung di SMA Negeri 1 Dewantara, Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Dikutip dari klinikatlantis.com.
Vaksinasi mampu mencegah seseorang dari berbagai penyakit menular yang juga beresiko mematikan.

Adapun vaksin bekerja dengan menimbulkan antibodi dengan memberikan antigen berupa bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan sehingga dapat mengetahui, mengingat dan menghancurkan kuman atau penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Tubuh pun dapat dengan mudah mengenali dan mencegah benda asing yang nantinya masuk dan menyerang tubuh.

Dengan fungsi dan cara kerja tersebut vaksin tidak hanya baik untuk anak-anak tapi juga orang dewasa.

Dari kampanye tersebut diketahui kalau vaksin sangat melindungi anak-anak karena saat bayi lahir sistem kekebalan tubuhnya berjuang melawan jutaan kuman (bakteri dan virus).

Walaupun bayi memiliki perlindungan terhadap beberapa penyakit menular karena adanya antibodi dari sang ibu dan vaksin yang diterima oleh ibu sebelum bayi lahir namun harus tetap dibantu oleh vaksin.

Sementara pada orang dewasa khususnya yang sudah delapan tahun ke atas perlu diberikan imunisasi karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi saat ini belum sepenuhnya tereliminasi.

Maka vaksin aman dan efektif mencegah penyakit, vaksin dapat membuat orang dewasa tetap sehat seperti halnya diet dan olahraga.

Sebagian orang dewasa adalah kelompok beresiko seperti penderita penyakit kronik diabetes, jantung, asma, penyakit paru dan ibu hamil, juga orang yang beresiko karena pekerjaannya.

Pada untuk orang yang lanjut usia tepatnya kisaran usia 60 tahun ke atas, juga sangat memerlukan vaksinasi karena sudah mulai penurunan kekebalan tubuh dan penurunan fungsi organ secara umum.

Manfaat Vaksin Secara Umum

Vaksinasi merupakan proses penting untuk mencegah pengeluaran inefficient cost, jika dilihat dalam kacamata kebijakan. Contohnya, vaksinasi DPT yang diberikan kepada balita, membantu orang tua terhindar dari potensi pengeluaran biaya yang harus ditanggung saat buah hatinya menderita difteri, pertusis, atau tetanus.

Bukan hanya itu, vaksinasi juga mencegah kecacatan permanen yang mungkin diderita anak jika menderita penyakit seperti polio. Melalui pemberian imunisasi kepada bayi dan balita, setiap anak bisa tumbuh sehat dan menjadi pribadi yang produktif.

Oleh karena itu, ditetapkan bahwa imunisasi dasar, yakni BCG, DPT-HiB, polio, hepatitis B, dan campak, merupakan imunisasi wajib yang harus didapatkan anak.

Vaksin dapat diberikan untuk anak dan dewasa, tergantung pada kondisi kesehatan yang dibutuhkan. Pasalnya vaksin merupakan langkah awal pencegahan suatu penyakit sehingga vaksin penting dilakukan. Berikut manfaat yang diperoleh oleh tubuh dan masyarakat secara luas dengan melakukan vaksin:

1. Mencegah penyebaran penyakit

Bukan sekadar melindungi seseorang dari sebuah penyakit, pemberian vaksin juga dapat mencegah menyebarnya penyakit tersebut. Misalkan saja penyakit difteri yang dapat menular melalui percikan air ludah, batuk dan bersin dapat ditekan penyebarannya dengan semakin banyak anak atau dewasa yang mendapat vaksin DPT.

2. Melindungi dari risiko cacat dan kematian

Pemberian vaksin diyakini dapat melindungi dari resiko cacat dan kematian. Jika seorang ibu hamil terkena virus rubella (campak Jerman), maka besar potensi janin yang dikandungnya terjangkit penyakit yang sama. Kehadiran vaksin yang masuk ke tubuh ibu hamil berfungsi untuk melindungi janin dari resiko cacat dan kematian dari virus rubella.

3. Daya tahan tubuh lebih kuat

Pemberian vaksin yang tepat membentuk sekaligus meningkatkan antibodi tubuh seseorang. Sebagai investasi kesehatan, kondisi ini membuat tubuh Anda tidak cepat terjangkit penyakit. Bisa dibayangkan antibodi lemah hanya akan membuat tubuh Anda mudah terkena penyakit sehingga sakit berkepanjangan. Kerugian waktu dan finansial pun tak bisa ditolak.

Usaha Pemerintah Menjamin Vaksin

Terbuat dari mikroorganisme yang belum tentu diproduksi oleh tubuh, vaksin kerap mendatangkan tanda tanya. Mulai dari faktor higienitas hingga jaminan halalnya. Namun penelitian maupun pengembangan produksi vaksin terus dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) bekerjasama dengan beberapa pihak. Hal ini dikarenakan proses menjamin vaksin yang digunakan sudah sesuai dengan standar internasional dan selama proses produksi sesuai dengan Good Manufacturing Practices (GMP) mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi.

Seperti yang terjadi dalam penanggulangan terhadap kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri setahun belakangan ini. Kemenkes melaksanakan outbreak respons immunization (ORI) untuk meningkatkan kekebalan masyarakat sehingga dapat memutus mata rantai penularan difteri. Vaksin difteri yang diproduksi oleh Biofarma dipastikan melewati serangkaian pengujian yang ketat, untuk mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), dan untuk dapat mengekspor vaksin, produk Biofarma harus diaudit oleh WHO.

Begitu juga dengan vaksin campak (MR) yang sedang digalakkan untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun guna mencegah terjadinya penyakit campak dan rubella yang disebabkan oleh virus. Kemenkes terus mempercepat sertifikasi halal dengan meminta data detail dari Serum Institute of India (SII) selaku produsen vaksin MR. Hal ini seiring dengan usaha Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan fatwa tentang vaksin MR.

Campak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan demam, ruam, batuk, pilek, dan mata merah serta berair. Komplikasi bisa terjadi hingga menyebabkan infeksi telinga, diare, pneumonia, kerusakan otak, dan kematian. Sedangkan rubella bisa terjadi pada anak dan remaja yang ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, ruam, sakit kepala, hingga menyebabkan koma atau kematian. Virus ini juga memberi dampak buruk jika terkena ibu hamil karena bisa menyebabkan keguguran, bayi terlahir cacat (mengalami kebutaan atau tuli), dan bayi terlahir mati.(*).

Laporan : Kontributor/Radhiah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...