Ketua IPAR Hentikan Wacana Pelebaran Wilayah Kota Banda Aceh

Sabtu, 7 Desember 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Jantho (MA) – Wacana pelebaran Kota Banda Aceh ke Aceh Besar yang disampaikan Walikota Banda Aceh Aminullah kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam Rapat Kerja Bupati/Wali Kota se-Aceh (05/12/2019) mendapat reaksi dari Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar (PB IPAR).

Pengurus IPAR dengan tegas menyatakan penolakan terhadap wacana tersebut. “Kami minta kepada walikota Banda Aceh untuk segera menghentikan wacana itu, kami akan mempertahankan setiap jengkal tanah di perbatasan,” tegas ketua IPAR Fata Muhammad didampingi sejumlah pengurus, Sabtu, 07 Desember 2019.

Menanggapi hal itu Fata Muhammad mendukung penuh usulan Bupati Aceh Besar Ir. H. Mawardi Ali yang mengajak Kota Banda Aceh untuk bergabung ke Aceh Besar. “Usulan Bupati Aceh Besar sangat rasional dan menguntungkan ke dua pihak. Setelah bergabung baru kita sepakati nama, Kota Aceh Besar atau Kuta Raja,” kata Ketua IPAR mengutip pernyataan Bupati Aceh Besar di Serambi News.com.

BACA JUGA...  Letkol Inf Robinson : TMMD ini Banyak Manfaatnya Bagi Rakyat

Lebih jauh Ketua IPAR menyebutkan, jika kita buka sejarah sebenarnya sudah sangat luas wilayah Aceh Besar yang sudah menjadi Kota Banda Aceh. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1956, Kabupaten Aceh Besar merupakan daerah yang terdiri dari tiga kawedanan, yaitu Kawedanan Seulimum, Kawedanan Lhoknga dan Kawedanan Sabang dengan ibu kotanya Banda Aceh.

Tahun 1976 Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1976 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Besar dari wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh ke kemukiman Jantho di Kecamatan Seulimeum.

BACA JUGA...  Sebanyak 147 Jama’ah Haji Dipesejuk Bupati, Begini Pesannya

Setelah ditetapkan Kota Jantho sebagai ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Besar, maka secara bertahap pemindahan ibu kota terus dimulai, dan akhirnya secara serentak seluruh aktivitas perkantoran resmi dipindahkan dari Banda Aceh ke Kota Jantho pada tanggal 29 Agustus 1983, dan peresmiannya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada masa itu Soepardjo Rustam pada tanggal 3 Mei 1984.
Beberapa kawasan yang sebelumnya berada di wilayah Aceh Besar seperti Darussalam, Ulee Kareng dan sekitarnya juga sudah menjadi wilayah Kota Banda Aceh.

BACA JUGA...  Polisi Usut Pelaku Perusakan Kebun di Aceh Barat

“Sekarang walikota sudah mewacanakan pelebaran baru lagi, ini tidak boleh terjadi. Ini bukan Games: Empire Aerth yang tugasnya hanya memperluas wilayah kerajaan. Ini adalah Aceh Besar yang punya kedaulatan dan diakui undang-undang. Pemuda Aceh Besar selalu berada di depan untuk mempertahan perbatasan wilayah. Tutup Fata Muhammad. (R)

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB