Ketika Belanda Kesulitan Menaklukkan Tanah Gayo: Perlawanan dari Negeri di Atas Awan

Kamis, 2 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspedisi yang Mengubah Sejarah

Tahun 1904 menjadi salah satu bab paling penting dalam sejarah Tanah Gayo. Pemerintah Hindia Belanda mengirim ekspedisi besar ke wilayah Gayo dan Alas yang dipimpin oleh perwira militer Belanda, Gotfried Coenraad Ernst van Daalen.

Ekspedisi ini bertujuan menundukkan daerah pedalaman Aceh yang masih melakukan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial. Namun, operasi tersebut kemudian menjadi salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah kolonial Belanda di Indonesia.

BACA JUGA...  Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia

Dalam catatan sejarah, pasukan Van Daalen menyerang sejumlah kampung di Gayo dan Alas. Banyak korban jiwa berjatuhan, termasuk perempuan dan anak-anak. Foto-foto yang diambil setelah operasi militer itu kemudian menyebar hingga ke Eropa dan memicu kritik keras terhadap pemerintah Belanda.

Sejarawan mencatat bahwa ekspedisi Van Daalen justru memperlihatkan betapa kuatnya perlawanan masyarakat pedalaman Aceh. Belanda harus mengerahkan kekuatan besar hanya untuk menguasai wilayah yang secara geografis sulit dijangkau dan secara sosial memiliki solidaritas yang tinggi.

BACA JUGA...  Sejarah Danau Laut Tawar, Jantung Kehidupan Masyarakat Gayo

Bertahan dengan Adat dan Persatuan

Masyarakat Gayo tidak memiliki persenjataan modern seperti pasukan kolonial. Namun, mereka memiliki sesuatu yang jauh lebih penting: persatuan dan kemampuan mengenali medan.

Berita Terkait

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah
Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh
Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah
Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia
Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh
Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia
Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:39 WIB

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:03 WIB

Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:28 WIB

Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:43 WIB

Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

Berita Terbaru

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB