Kemenkeu RI Gelar Diseminasi Dana Desa di Abes

Kota Jantho (ADC) Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (DJPK Kemenkeu RI) menggelar Diseminasi Dana Desa di Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan yang berlangsung sehari dibuka Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan, DJPK Kemenkue RI, Ubaidi Shoceh Hamidi SE MM di Aula LMPM Aceh, Niron, Kecamatan Sukamakmur, Jumat, 5 Oktober 2018.

Ubaidi Shoceh Hamidi selaku keynote speaker menyampaikan bahwa dana desa semata-mata untuk memperkuat desa dengan mandiri supaya dapat meningkatkan pembangunan, ekonomi dan menurunkan kemiskinan.

“Deseminasi Dana Desa yang kami laksanakan dengan tema padat karya tunai untuk masyarakat desa yang lebih sejahtera,” katanya.

Menurut dia, desiminasi dana desa padat karya tunai tersebut dilakukan agar kepala desa dapat menyusun anggaran penggunaan dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah dengan baik dan benar. Untuk itu, kebijakan terus dilakukan perbaikan agar terintegrasi dengan pendanaan lainnya, sehingga memiliki tanggung jawab bersama dengan pengelolaan yang lebih baik lagi.

BACA JUGA...  BPKS Perbaiki Kapal Pulo Deudap Rp.8,8 M Kini Diduga Rusak Lagi

“Dana desa diharapkan mengalokasikan secara prioritas serta periodik sehingga memiliki dampak dan manfaat yang besar bagi masyarakat,” tegas Ubaidi Shoceh Hamidi.

Begitupun, Desiminasi dana desa ini diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi secara nasional, di mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Hal tersebut dikarenakan desa merupakan ujung tombak pertumbuhan ekonomi.

“Jika di desa terjadi pertumbuhn ekonomi yang cukup signifikan, tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional, sehingga langkah ini bisa mengentaskan kemiskinan mulai dari desa,” ujar Direktur DJPK Kemenkeu RI.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab berharap keuchik (kepala desa-red) dan para camat dapat mengikuti kegiatan desiminasi tersebut dengan baik. Sebab hal tersebut sangat bermanfaat terhadap bagaimana cara menggunakan dana desa tersebut agar tepat sasaran. Waled Husaini juga meminta kepada seluruh keuchik agar berhati-hati menggunakan dana desa jika tidak mau bermasalah.

BACA JUGA...  Manajer BOS Disdik Atim Warning Kepsek dan Bendahara Sekolah.

“Hati-hatilah penggunaa dana desa, salah-salah meuramah (kalau salah bisa bermasalah-red) jika tidak sesuai dengan ketentuan,” pesannya.

Wabup menambahkan, bahwa para keuchik di Aceh Besar selama ini cukup baik dalam pemanfaatan dan pelaporan dana desa sehingga harapannya momen ini dapat dijadikan peluang dan kesempatan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Kecuali itu, sambung waled Husaini, menyikapi ada polemik kecil terkait pengalokasian dana desa, diharapkan agar segala penggunaan dana dapat dilakukan dengan musyawarah.

“Bermusyawarahlah dalam segala urusan, bila meninggalkan musyawarah maka tunggu kehancuran,” tegas Waled Husaini sembari mengutip salah satu Firman Allah dalam Al-Qur’an.

BACA JUGA...  DJP Bantah THR Kena Pajak Lebih Besar Usai Penerapan Sistem TER

Ketua Panitia, Nasrullah menyebut diseminasi di Kabupaten Aceh Besar ini merupakan yang ke-64 dilaksanakan dari rencana rangkaian pelaksanaan diseminasi Dana Desa di 71 lokasi, sepanjang tahun 2018 ini.

“Diseminasi Dana Desa sebelumnya telah dilaksanakan di berbagai Provinsi lain di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Kepala Desa di Kabupaten Aceh Besar,” sebutnya. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *