Sabang (MA) – Kementrian Agama (Kemenag) Kota Sabang telah berusaha dengan melakukan pemantauan hilal untuk menetapkan awal Dzulhijjah 1446 H di Kota Sabang, namun usahanya gagal akibat cuaca yakni awan hitam menutupinya.
Saat dilakukan pemantauan langit di ufuk barat tertutup awan tebal, sehingga hilal tak berhasil terlihat oleh tim pemantau dari Kementerian Agama Kota Sabang, pada Selasa tanggal 27 Mei 2025.
Proses pemantauan berlangsung sejak pukul 18.30 WIB hingga 18.56 WIB di titik observasi di Jurong Keramat Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang menggunakan teleskop otomatis canggih. Kegiatan ini melibatkan tim Hisab dan Rukyat Kemenag RI serta praktisi rukyat lokal.
Kepala Kankemenag Kota Sabang, H.Samsul Bahri, S.Ag menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan langsung, hilal tidak dapat terlihat secara rukyat.
“Langit tertutup awan hitam dan hilal sangat tipis, sulit dibedakan dengan cahaya sekitar. Karenanya, keputusan resmi akan menunggu hasil Sidang Isbat malam ini yang digelar Kementerian Agama RI di Jakarta,” ujarnya.
Muhammad Yusuf, anggota tim Hisab dan Rukyat, menjelaskan bahwa data pengamatan dimulai saat matahari terbenam pada pukul 18.45 WIB dan berakhir sekitar 19.10 WIB.




