“Di Kaloy, 60 persen masyarakatnya bersuku Gayo. Ada kesamaan kultur. Jadi kita ingin, Lukup Badak yang dikelola Koperasi Wisata Alam Gayo menjadi tempat transfer knowledge,” tegas Meurah Budiman.
Katanya lagi, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memboyong Pokdarwis Kaloy ke Lukup Badak.
“Dan kita meminta dukungan dari Koperasi Jasa Wisata Alam Gayo, untuk mau mengajarkan kita bagaimana cara mengelola dan mengembangkan wisata arung jeram ini. Karena kami nilai, di Takengon arung jeram sudah sangat maju,” terangnya.
Mendengar hal tersebut, Manager Arung Jeram Lukup Badak, Irham Rahmadi Supervisor Operasional wahana arung jeram Lukup Badak, Muzakkir bersama Kepala Disparpora Aceh Tengah, Zulfan Diara Gayo, menyambut baik keinginan itu. Dan pihaknya akan menyampaikan, ke pengurus Koperasi Jasa Wisata Alam Gayo terkait kerjasama yang akan dilakukan.
“Intinya kita tidak keberatan. Dan kita akan sampaikan ke pimpinan koperasi, bagaimana langkah selanjutnya yang akan ditempuh dari kerjasama ini,” ujarnya.
Sebelum bertolak, Pj. Bupati Meurah bersama rombongan sempat menjajal wahana arung jeram Lukup Badak.
Tampak ikut dalam rombongan, Kadisparpora M. Farij, Camat Tamiang Hulu, Ilham Malik, dan Kabag Prokopim, Azwanil Fakhri. [Syawaluddin].




