Dikatakan Detail Engineering Design (DED) pembangunan bendung telah disusun Kementerian PU sejak 2016 silam. Namun, urainya, pembangunan bendung tersebut tak juga menjadi proyek nasional. Padahal, tuturnya, petani padi sawah sangat membutuhkan kehadiran bendung dan jaringan irigasi tersebut.
Menanggapi permintaan tersebut, KSP Moeldoko menjawab positif. Didampingi Tenaga Ahli Utama KSP dan staf lainnya, menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dan menyampaikan kembali rencana pembangunan bendung dan jaringan irigasi agar dapat diwujudkan.
Dalam kesempatan tadi, Pak Moel menyarankan supaya Pj. Bupati Meurah menyurati kembali Kementerian PU perihal pembangunan bendung dan jaringan irigasi.
“Surati kembali dengan data yang lengkap, dan tembuskan ke kami supaya segera kita tindaklanjuti,” pungkasnya menjawab.
Pakai Tengkulok dan Tombak Lada
Selain membahas rencana pembangunan bendung dan jaringan irigasi, Meurah juga lakukan promosi budaya dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko.
Meurah menyerahkan Tumbak Lada yang menjadi senjata khas daerah. Selain itu, turut dipasangkan Tengkulok dan selempang motif songket Tamiang.
Meurah mengatakan cinderamata yang dibawanya merupakan produk unggulan UMKM lokal. “Termasuk kopi pandan ini Pak Kepala Staf. Ini kopi lokal yang disangrai dengan campuran daun pandan sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas pula,” terang Meurah berpromosi.




