Lhokseumawe, (MA) – Kadin Lhokseumawe minta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk serius memprioritaskan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, karena sejauh ini belum ada tanda- tanda perkembangannya setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Desember 2018 atau sekitar 4 tahun lalu.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Lhokseumawe H. Husaini Setiawan, SE, MBA, Minggu (26/12/2021) mengatakan, masyarakat Aceh sangat menyayangkan aktivitas KEK Arun yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2017 hingga saat ini belum terlihat perkembangannya entah apa sebabnya.
Dirinya melihat, KEK Arun terkesan berjalan di tempat, belum ada perkembangannya seperti yang diinginkan investor. Faktor utama kemungkinan masalah lahan milik Elman yang belum tuntas masalah sewa lahan.
“Pihak investor tak berani berinvestasi jika misalnya sewa lahan 5-10 tahun saja. Paling tidak sewa lahan yang mereka inginkan 15-25 tahun sehingga ada tenggang waktu yang memadai untuk menanam modal di kawasan ekonomi tersebut,” katanya.
Lanjutnya, seharusnya Pemerintah Provinsi Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe harus mempriotaskan aktivitas KEK Arun berjalan lancar dengan menuntaskan masalah lahan tersebut.
Husaini memprediksikan dampak dari KEK Arun nanti memang luar biasa bahkan akan menjadi petro dolar kembali di Tanah Rencong pasca kejayaan PT Arun NGL & Co beberapa waktu lalu.
“Tak bisa dipungkiri jika KEK Arun yang diresmikan pak Jokowi berjalan bagus Pendapatan Asli Daerah atau PAD sudah jelas masuk ke pundi-pundi kas daerah Aceh Utara, Lhokseumawe dan pemerintah Aceh,” Paparnya.
Selain itu ia mengatakan, KEK Arun akan menyerap sekitar 35 ribu tenaga kerja terutama putra putri daerah setempat sehingga terbebas darin angka pengangguran. Sekarang angka pengangguran di Aceh sangat, baik tenaga skill maupun sarjana yang lulus perguruan tinggi. Bayangkan saja di Lhokseumawe setiap tahun sekitar 1000 ribuan lulusan perguruan tinggi.
Sementara itu Husaini menyebutkan, KEK Arun terletak di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh itu memiliki lokasi cukup strategis tampak di lihat dari Jalan Medan-Banda Aceh.
“Seperti diketahui KEK Arun berfokus pada beberapa sektor yaitu energi, petrokimia, agro industri pendukung ketahanan pangan, logistik serta industri penghasil kertas kraft. Tak hanya itu KEK Arun juga fokus dari sektor energi minyak dan gas akan dikembangkan pula regasifikasi LNG, LNG Hub/ Trading, LPG Hub/ Trading, Mini LNG Plant PLTG dengan pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan atau clean energy solution provider,” ungkapnya.
Sambungnya, bahkan tak ketinggalan infrastruktur logistik bisa dikembangkan untuk mendukung input dan output dari industri minyak dan gas, petrokimia dan agro industri. Ini melalui peningkatan infrastruktur pelabuhan dan dermaga berstandar Internasional.
“Bisa dibayangkan jika semua gagasan tersebut berjalan optimal paling tidak KEK Arun yang paling didambakan masyarakat bisa menyerap puluhan ribu tenaga kerja hingga tahun 2027. Memang potensi dan peluang yang dimiliki, KEK Arun Lhokseumawe luar biasa jika semuanya berjalan lancar sesuai rencana,” ujarnya.
Laporan : Mulyadi















