Ia mengakui, memang masih banyak yang harus dibenahi tapi secara umum ajang ini berkaitan dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Besar. “Dengan ajang ini kita akan tahu dimana hal yang harus dibenahi, setidaknya ini sejalan dengan visi misi pemerintah Aceh Besar,” ujar Mawardi Ali.
Mawardi menambahkan kepedulian Pemkab mengenai pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi terutama di bidang pendidikan sudah terlihat buktinya dalam dua tahun terakhir ujian di sekolah 100 persen menggunakan komputer. “Tiap tahun kita tambah dan sempurnakan sarana TIK untuk kemajuan pendidikan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Mawardi Ali mengapresiasi Disdikbud Aceh Besar dan jajaran serta stakeholder lainnya yang melakukan berbagai inovasi termasuk penerapan Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) yang memadukan kurikulum nasional dan pembinaan karakter serta skill (lifeskill dan softskill).
Sementara itu Aries Setio Nugroho dalam penjelasannya mengatakan bahwa ajang tahunan ini diselenggarahkan guna peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan melalui pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Kegiatan Anugerah Kihajar diikuti oleh Gubernur dan Bupati/Walikota. “Peserta untuk seluruh Indonesia mencapai 134 peserta sementara untuk Aceh empat peserta, Gubernur Aceh, Bupati Aceh Besar, Walikota Banda Aceh, dan Bupati Aceh Utara,” sebutnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















