Hj Rizayati : Stop Ekploitasi Perempuan, Sudah Saatnya Kaum Wanita Indonesia Bangkit dan Berjuang

Selasa, 22 Desember 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Iqbal

Jakarta (MA) – Sejarah telah mencatat pembuktian peran aktif kaum perempuan saat memperjuangkan hak Kemerdekakan Republik Indonesia maupun saat mengisi pasca kemerdekaan, tentu kaum wanita juga bukan cuma ahli dapur dan Ibu Rumah Tangga.

Malah salah satu peran dan andilnya kaum perempuan adalah melalui Kongres Perempuan Indonesia yang Pertama dilaksanakan, di Kota Yogyakarta, bertepatan pada tanggal 22 Desember tahun 1928.

Pada saat itu kaum Perempuan Indonesia menyatukan Ide, Gagasan dan Pendapat, serta Perspektif Pemikirannya mengenai peran perempuan dalam fase perjuangan dan mengisi pasca kemerdekaan. Sehingga Momentum ini kemudian diperingati sebagai dasar penetapan tonggak sejarah (Historis), “Hari Ibu Nasional”, di Republik Indonesia ini.

Menjelang Momentum Hari Ibu Nasional yang jatuh pada 22 Desember, Dr (Cn) Hj. Rizayati, SH, MM mencoba menggali dan berbagi pengalaman hidupnya kepada setiap lintas generasi perempuan Milenial, agar bisa terus bersemangat dalam menata dan menatap pola hidup masa depan, baik dalam membangun keluarga, bangsa, agama dan negara yang dicintainya.

Sosok Hj Rizayati,SH,. MM, merupakan salah satu tokoh perempuan Indonesia asal Bireuen Aceh, selama ini dikenal sebagai salah seorang pengusaha nasional telah ikut berperan aktif untuk mengabdi dan berpartisipasi serta telah ikut andil berkontribusi dalam pembangunan Republik Indonesia.

Sambil mengingatkan, kaum perempuan harus bangkit melalui jiwa jiwa roh semangat juang dalam setiap bathin dan rohaniahnya, supaya bisa sadar untuk maju dari keterpurukan terhadap perhempitan permasalahan tuntutan kehidupan dunia, akibat bermacam faktor keterbelakangan maupun persoalan keterbatasan kaum perempuan tidak menjadi membelenggu kehidupan ini, tentu bagaimana untuk optimis bisa bangkit dalam menciptakan ide dan gagasan perubahan pola pikir (mansert), menuju kehidupan ke arah lebih baik dan bermanfaat, bagi bangsa, agama dan negara.

BACA JUGA...  ACT Lhokseumawe Bangun Balai Pengajian dan Sumur Wakaf

Demikian disampaikan oleh Dr (Cn) Hj Rizayati SH, MM Selaku President Direktur PT Imaza Rizky Jaya Group, kepada awak media ini. Selasa, 22 Desember 2020.

Menurutnya makna merenungi Momentum “Hari Ibu”, bagi dirinya ialah bagaimana mengenang beratnya fase fase atas sejarah panjang perjuangan kaum perempuan di Nusantara ini, mulai semenjak kedatangan era kolonial Belanda,dan pasca Kemerdekaan RI hingga era Reformasi dan Demokrasi serta era kemajuan dan kecanggihan Teknologi di zaman sekarang ini.

Dia sosok wanita Penggagas “Indonesia Terang”, kembali menyebutkan. Dimana bila kaum perempuan bisa bersatu dan bangkit dalam mewujudkan gagasan, peranan, kedudukan, kesetaraan gender serta peran aktif untuk membangun negeri ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kaum perempuan di Indonesia semestinya harus bangkit dan sejajar dengan kaum lelaki dalam hal peran aktif baik di bidang pendidikan, interaksi sosial, politik, ekonomi, agama dan budaya merupakan perwujudan lahiriah,” sebutnya pendiri Indonesia Terang ini.

BACA JUGA...  Selaku Bapak Asuh Kajari Sabang Menyerahkan Bantuan Kepada Anak Yatim Gampong Ie Meulee

Ia menjelaskan, perjalanan karier maupun nasib kehidupan merupakan sunnatuallah, perjalanan kehidupan ini dengan tetap memperhatikan ketentuan maupun batas-batasan yang dimiliki kaum ‘Hawa’, atas yang disyari’atkan sebagai pemeluk Agama Islam kepada Nya lah kita berharap dan berpegang sebagai garis sumber kehidupan ini adalah atas kehendak dan ketetapan dari Allah SWT.

“Kepada lintas generasi kaum perempuan (Gender) jelang peringatan “Hari Ibu Nasional”, jatuh pada 22-Desember 2020 pada hari ini, di tahun ini genap umurnya 92 tahun,” imbuhnya.

Hj Rizayati, juga memberikan suatu perbandingan contoh, sebagaimana kodrat seorang wanita kaum ibu yang lemah, tapi mampu berjuang telah melahirkan anaknya selama 9 bulan dikandung badan meskipun nyawa menjadi taruhan pengorbanan keikhlasannya sebagai jiwa pahlawan, tapi sifat juang optimisnya seorang ibu tentu sangat luar biasa patut kita syukuri dan apreseasi yang tidak ada pada kaum lelaki sebagai pemimpin.

“Insya Allah kaum Ibu mampu membesarkan dan mendidik anak anaknya dalam membina dan membangun sifat kepribadian anaknya serta bagaimana seorang kaum perempuan (Ibu) dalam menghormati suaminya (Ta’zhim), melalui tatakrama karakter sifat seorang keibuannya, baik akhlaknya, ilmu dan adab mereka dalam saling menyangi dan menghormati satu sama lain dalam sebuah negara kecil membangun keluarganya,” ucapnya Hj Rizayati.

Sebagai peran aktif tambahnya, kontribusi seorang kaum perempuan (Ibu), susah dan senang tidak dihiraukan dengan tegar dan sabar melalui semangat juangnya terus berusaha serta berdoa kepada Allah SWT, bahwa suka dan duka merupakan sebagai pasangan pelengkap kehidupan yang mesti wajib kita syukurinya.

BACA JUGA...  40 Pemuda Pijay Ikut Pelatihan Teknisi AC dan Servis Sepeda Motor

Akan tetapi hal itu tidak membatasi ruang gerak partisipasi perempuan untuk tampil dalam meraih sesuatu di ruang publik. Terkait fenomena sering terjadi secara instan, contoh nya terjadi kasus-kasus pergaulan bebas, berujung terhadap perbuatan asusila dan melawan hukum seperti prostitusi, perdagangan manusia, pelecehan seksual dan seterusnya, ungkap pendiri Partai Indonesia Terang ini.

Apalagi sebut Hj Rizayati, dirinya juga menjelaskan permasalahan menimpa negeri ini terkait eksploitasi kaum perempuan akibat faktor ekonomi dan masalah kemiskinan, pergaulan bebas, serta kelemahan faktor ilmu pengetahuan agama, ditambah tanpa ada kontrol dari orang tua terhadap masa depan anaknya. Sehingga banyak generasi emas dari kalangan perempuan yang berpotensi untuk dikembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) aset bangsa ini, namun mereka banyak yang jatuh dan terjerumus kepada jurang pelecehaan seksual oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Namun Perempuan satu ini selaku Inisiator “Indonesia Terang”, tanpa pungkiri secara blak-blakan menyebutkan masih ada pihak pihak tertentu yang suka menjadi kaum wanita/perempuan sebagai objek eksploitasi bisnis haramnya, terhadap kaum perempuan masih saja terus dilakukan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab di Republik Indonesia ini”. Tutupnya Presdir PT IRJ Group ini. (*).

Berita Terkait

TNI AL dan Mubadala Energy Hadir untuk Warga
HUT ke-81 TNI, Warga Terima Bantuan
PAUD-HI Perkuat Edukasi Keselamatan Anak
Tajaga Adat, Tapeukong Syariat, Pesan Kuat di Balik 800 Tahun Samudera Pasai
Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan
HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Aceh Tengah Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri
Sekda Aceh Tengah Apresiasi Gerakan Penghijauan Alumni SMAN 3 Pegasing di Kawasan Danau Laut Tawar
Pikiran Rakyat dan MEDIA ACEH Kolaborasi Bangun Balai Desa Pascabencana di Aceh Tamiang

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:04 WIB

TNI AL dan Mubadala Energy Hadir untuk Warga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

HUT ke-81 TNI, Warga Terima Bantuan

Senin, 28 September 2026 - 20:20 WIB

PAUD-HI Perkuat Edukasi Keselamatan Anak

Kamis, 10 September 2026 - 14:38 WIB

Tajaga Adat, Tapeukong Syariat, Pesan Kuat di Balik 800 Tahun Samudera Pasai

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Dari Jalan hingga Air Bersih, TMMD ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Pedesaan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:29 WIB

Pengurus dan anggota PWI Simeulue berdiskusi dengan kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin pada acara perpisahan di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Kamis sore, 22 Oktober 2026. (Foto: Ricky PWI Simeulue)

RAGAM BERITA

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:20 WIB

RAGAM BERITA

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:11 WIB

Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli, S. Ag., M. Si.

PEMERINTAHAN

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:19 WIB