MEUREUDU | MA – Suasana pasar Kota Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pada hari Rabu, 25 Juni 2025, pukul 09.30 WIB, terpantau lengang. Kondisi ini cukup kontras mengingat setiap hari Rabu secara tradisional merupakan “hari pekan” di Meureudu, sebuah tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun sejak puluhan tahun silam hingga era 2000-an.
Dahulu, hari pekan di Meureudu adalah momen istimewa di mana kawasan perbelanjaan menjadi titik temu utama bagi para pedagang dan pembeli. Namun, kini tak ada lagi kemeriahan yang terasa. Pagi menjelang siang hari ini pun, jumlah pedagang yang hadir minim, dan masyarakat pembeli juga tampak enggan berdatangan, menciptakan suasana yang sepi dan hampa.
Ramli, salah seorang pedagang yang menempati ruas jalan di dalam pertokoan, membenarkan kondisi ini.
“Situasi ini sudah berlangsung beberapa tahun belakangan ini. Sangat sepi sekarang, tidak terkecuali pada hari pekan seperti hari ini,” ujarnya, Rabu, (25/6).
Menurut Ramli, kondisi pasar Meureudu saat ini bisa digambarkan sebagai “lengang dan sangat sepi”.
Menurunnya gairah hari pekan di Meureudu menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor penyebabnya dan bagaimana masa depan aktivitas perdagangan di kota ini akan berkembang. (TM)




