Gubernur Aceh: KKR Belum Berpengalaman Ungkap Kebenaran Masa Lalu

Kamis, 29 Maret 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)– Perbaikan sektor ekonomi dan demokrasi, pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur adalah bukti keberhasilan perdamaian Aceh, yang telah berjalan 13 tahun. Namun untuk merawat perdamaian, masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Salah satunnya adalah pengungkapan kebenaran atas kasus–kasus pelanggaran HAM di masa lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin, pada acara silaturrahmi dengan peserta Diskusi Dua Dekade Keadilan Transisional di Asia, di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (27/3/2018) malam.

“Tahun ini masa perdaamaian Aceh akan memasuki tahun ke 13. Tak bisa dipungkiri sudah banyak kemajuan yang telah kita capai. Namun, kita jangan langsung berpuas diri karena masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dituntaskan untuk merawat perdamaian ini. Salah satunnya adalah pengungkapan kebenaran atas kasus pelanggaran HAM masa lalu,” ujar Gubernur.

Gubernur menambahkan, dalam sebuah proses transisi keadilan, pengungkapan kebenaran ini adalah sebuah hal yang mutlak karena sejarah akan terus berjalan berdasarkan logika waktu dan alamiah. Dalam perjalanan sejarah itu, ada potensi untuk terjadinya pengulangan atas peristiwa yang terjadi di masa lalu kalau masalah tersebut tidak dituntaskan dengan seadil-adilnya.

BACA JUGA...  Wakapolda Pimpin Kegiatan Halal Bi Halal di Mapolda Aceh

“Oleh sebab itu membongkar masa lalu merupakan sebuah keniscayaan untuk menjaga dan merawat masa depan yang lebih baik. Dengan memahami masa lalu, kita semakin berhati-hati melangkah ke depan demi menjaga agar sejarah buruk itu tidak terulang kembali,” sambung Irwandi.

Meski demikian, dalam konteks pengungkapan kasus pelanggaran masa lalu, Aceh masih harus banyak belajar dari beberapa negara lain dan dari para akademisi yang berpengalaman dalam kerja-kerja demokrasi di berbagai negara.

“Benar bahwa di Aceh telah hadir Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) yang bertugas mengungkap kebenaran di masa lalu. Meski demikian KKR Aceh sama sekali belum berpengalaman dalam melakukan tugas-tugas ini,” imbuh Gubernur.

Di samping itu, sambung Gubernur, berbagai tantangan lain juga banyak dihadapi para petugas KKR Aceh, antara lain, daya ingat masyarakat yang lemah, pengungkapan bukti, dan proses klarifikasi fakta.

BACA JUGA...  Dicapai Kesepakatan Pembongkaran Kios Seputaran Stadion Cot Gapu

“Namun semua itu tidak boleh membuat KKR Aceh menyerah. Lembaga ini harus terus bekerja secara maksimal, sehingga tugas dan tanggungjawabnya dapat dijalankan dengan baik, sehingga hasilnya mampu memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.”

Gubernur menyadari, bahwa tugas dan tanggungjawab Komisioner KKR Aceh sangat berat, sebab isu yang ditanganinya merupakan isu yang sangat sensitif di masyarakat. Apalagi kasus-kasus pelanggaran HAM ini sangat erat kaitannya dengan hukum dan keadilan.

Oleh sebab itu, Gubernur mengajak semua pihak untuk terus memberikan dukungan kepada KKR Aceh agar lembaga ini dapat bekerja dengan baik. Selain itu, partisipasi para pegiat demokrasi Aceh dan dukungan dari seluruh pegiat demokrasi dan HAM terhadap KKR Aceh tentu akan disambut dengan tangan terbuka.

“Kita juga cukup bangga, sebab banyak negara lain yang menjadikan Aceh sebagai model perdamaian yang layak mereka adopsi. Mereka telah berkunjung ke Aceh dan mempelajari setiap tahap perdamaian yang berlangsung di daerah ini,” tambah Gubernur.

Sebagaimana diketahui, banyak negara-negara yang saat ini sedang berkonflik datang dan belajar konsep perdamaian Aceh. selain itu, Banyak pula peneliti asing yang menjadikan Aceh sebagai laboratorium untuk mempel ajari cara-cara penyelesaian konflik yang damai.

BACA JUGA...  Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah Minta TAPA Atasi Kendala Realisasi Hibah

“Semoga berbagai kegiatan ilmiah, dan pertukaran pengalaman yang telah berlangsung selama ini dapat mendorong semangat KKR Aceh, sehingga upaya pengungkapan kebenaran sebagai bagian dari sistem Keadilan Transisi dapat berjalan baik, sehingga perdamaian Aceh dapat kita andalkan sebagai model bagi perdamaian dunia,” pungkas Gubernur Aceh.

Untuk diketahui bersama, puluhan praktisi, akademisi dan para komisioner Komisi Keadilan Transisi atau Komisi Kebenaran di tingkat regional yang terdiri atas Filipina, Thailand, Sri Lanka, Nepal, Kamboja, Bangladesh, Myanmar, Timor Leste dan Indonesia yang tergabung dalam Transitional Justice Asia Network  berkumpul di Aceh untuk berbagi pengalaman.

Dalam pertemuan silaturrahmi ini, para peserta juga menggelar diskusi dengan juru runding Gerakan Aceh Merdeka, Bahtiar Abdullah dan Munawar Liza Zainal. Kegiatan ini diprakarsai oleh Asia Justice and Rights (AJAR), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh dan LBH Banda Aceh. (r)

Berita Terkait

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026
Aceh Utara Peringati HSN 2026, Ayah Wa Ajak Santri Menguatkan Negeri 
Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri
Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 
Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 
Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Aceh Utara Peringati HSN 2026, Ayah Wa Ajak Santri Menguatkan Negeri 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Berita Terbaru

Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli, S. Ag., M. Si.

PEMERINTAHAN

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:19 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB