Gerakan 10 Juta Bendera Dinilai Simbolis Belaka, Wamendagri Pulang Bendera Masuk Gudang

Selasa, 16 Agustus 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Brigade PII Kota Banda Aceh, Raja Abdul Azis.

Komandan Brigade PII Kota Banda Aceh, Raja Abdul Azis.

BANDA ACEH, MEDIAACEH.CO.ID – Koordinator Daerah (Korda) Brigade Pelajar Indonesia (PII) mempertanyakan realisasi kegiatan pembagian 10 juta bendera di ibukota Banda Aceh.

Pasalnya, sejauh ini pihaknya menilai kegiatan itu hanya sebatas penyerahan secara simbolis oleh Wamendagri Jhon Wempi Wetipo pada 13 Agustus 2022 silam, sementara realisasi tindak lanjut yang dilakukan Pemko dinilai sangat minim dan tidak mengakar.

“Kesannya Gerakan 10 Juta Bendera yang dilakukan di Kota Banda Aceh hanya simbolis belaka,setelah itu bendera merah putihnya entah di pasang kemana atau bisa saja Wamendagri Pulang, bendera masuk gudang,” ujar Komandan Brigade PII Kota Banda Aceh, Raja Abdul Azis, lewat rilisnya kepada media, Selasa 16 Agustus 2022.

BACA JUGA...  Iskandar: Implementasi Subsidi LPG 3 Kg Sesuai dengan Arahan Pj Bupati Aceh Utara 

Menurut Brigade PII, jangankan untuk membuat Banda Aceh menjadi merah putih, sebanyak 5.550 bendera yang diserahkan wamendagri saja tidak terbagi dan terpasang masif, rencana memerah-putihkan Banda Aceh melalui gerakan 10 juta bendera itu hanya dongeng belaka.

“Kita bisa lihat di masyarakat, berapa banyak yang sudah pasang, berapa banyak masyarakat yang naikkan bendera merah putih dari bendera yang dibagikan Pemko. Rata-rata masyarakat justru memasang atau menaikkan bendera milik sendiri yang memang sudah disimpan di masing-masing rumah warga, bukan yang dibagikan oleh Pj Walikota,” jelasnya.

Dia mengatakan, Pj Walikota dinilai tidak maksimal dalam mendistribusikan bendera merah putih di ibukota Banda Aceh, sehingga seremonial kegiatan simbolis yang dilakukan berakhir sia-sia.

BACA JUGA...  Muhammad Adam Sukses Perjuangan Bus Perintis Untuk Masyarakat Aceh Utara

“Bagaimana meningkatkan nilai nasionalisme, sementara bendera yang dijanjikan saja tak kunjung masif dibagi dan didistribusikan hingga ke lapisan masyarakat bawah. Sehingga pernyataan Pj Walikota yang katanya ingin memerahputihkan kota Banda Aceh tak lebih terkesan hanyalah pembohongan publik belaka,”imbuhnya.

Dia juga meminta agar Pj Walikota lebih jujur kepada masyarakat, apakah bendera yang diserahkan sebanyak 5.550 lembar oleh wamendagri itu sudah terbagi semua, apakah gerakan 10 juta bendera dilakukan dengan sungguh-sungguh atau sekedar wamendagri senang saja.

” Ayo terbuka kepada publik kemana saja 5.550 lembar bendera itu dibagikan, atau jangan-jangan malah digudangkan. Selain itu, pemko juga harus jujur jika tidak memiliki anggaran untuk pendistribusiannya, sehingga kemendagri bisa mensupport alokasi anggaran, ketimbang yang sudah diserahkan malah nanti tak sampai ke masyarakat. Semestinya, jika pun pemko tidak cetak bendera lain, dan hanya yang diserahkan mendagri, sudah ada 5 ribu titik lebih atau 5 ribu KK di Banda Aceh terdistribusi dan terpasang bendera merah putih, apalagi menghitung jam saja momentum peringatan 17 agustus akan berlangsung, sementara distribusi bendera yang disebut-sebut belum maksimal,” katanya mengingatkan.

BACA JUGA...  Pemko Banda Aceh dan Bank Aceh Syariah Teken Kerjasama Smart City

Menurut Brigade PII, selain bagi-bagi bendera, pemko Banda Aceh juga harus mengoptimalkan kesejahteraan rakyat melalui program-program kerakyatan yang nyata. “Upaya meningkatkan nasionalisme tanpa peningkatan kesejahteraan rakyat hanyalah menjadi isapan jempol belaka,” tutupnya.(R).

Berita Terkait

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terbaru