“Kami melihat Gayo Lues sebagai salah satu wilayah dengan potensi besar untuk pengembangan pabrik gula. Kebutuhan lahan untuk perkebunan tebu diperkirakan mencapai 15 ribu hektar lebih, dengan lahan untuk pabrik sekitar 25 hektar,” bebernya.
Pembangunan pabrik gula ini diharapkan dapat menyerap sekitar 600 tenaga kerja, baik di sektor perkebunan maupun pabrik. Selain itu, pengembangan ini juga akan melibatkan tenaga ahli untuk mengoperasikan pabrik, membuka lapangan pekerjaan baru, serta meningkatkan perekonomian lokal.
Kegiatan Uji Coba dan Rencana Ke Depan
Gayo Lues sebelumnya telah melakukan uji coba penanaman tebu di kawasan Blangpegayon pada tahun 2015 dengan luas 50 hektar, yang dibiayai melalui bantuan APBN.
Sayangnya, rencana perluasan penanaman tebu yang diperkirakan akan mencapai 250 hektar terhenti karena pemotongan anggaran. Meskipun demikian, PT SGN tetap melakukan pengambilan sampel tebu dan tanah di lokasi tersebut sebagai bagian dari kajian kelayakan.
“Untuk melanjutkan rencana pengembangan ini, pihak Pemda Gayo Lues bersama PT SGN akan melakukan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) lebih lanjut, yang mencakup analisis topografi tanah, potensi sumber air, serta perencanaan wilayah pengembangan pabrik dan perkebunan tebu,” urai Johny.





