“Saya akan memperjuangkan nasib anak-anak yatim di Aceh hingga mereka memperoleh hak-hak sosial, hak pendidikan, dan hak lainnya,” tuturnya.
Ia mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama memikirkan nasib anak yatim di Aceh baik dari sisi sosial, pendidikan dan masa depan mereka. “Kita akan berupaya maksimal dalam mendidik anak yatim korban konflik untuk menjadi pemimpin Aceh di masa depan,” paparnya.
Lanjutnya, jangan sampai Aceh dibodohi oleh pihak lain, mulai saat ini mari mulai kita tanamkan edukasi baik religi dan pendidikan formal untuk pembangunan Aceh di masa yang akan datang. Acara baksos sunatan massal digelar untuk mengenang para syuhada yang sudah syahid, dan dapat meringankan beban masyarakat miskin yang ingin menyunati anaknya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bekerjasama dalam mewujudkan program sunat massal dan santunan anak yatim dan fakir miskin. “Terima kasih banyak saya ucapkan kepada pihak-pihak yang telah mendukung program sunat massal dan berjalan baik,” ungkapnya.
Selanjutnya, setelah dua periode menjadi Senator, Fachrul Razi memutuskan untuk melanjutkan perjuangannya dari DPD RI ke DPR RI melalui Partai Nasional Gerindra di bawah pembinaan Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem dengan daerah pemilihan Aceh 2 yang terdiri dari Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah. “Perjuangan Aceh di pusat harus dilanjutkan melalui Partai Nasional, oleh karena itu Mualem merekomendasikan saya berjuang di Senayan melalui Partai Gerindra dengan No. Urut 4,” jelasnya.




