“Setiap tahun kami mendorong agar pelayanan kesehatan dimaksimalkan, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur seperti rumah sakit ini agar bisa segera difungsikan,” jelasnya.
Radja menambahkan, saat ini pembangunan RSUD Sabang juga tengah dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI). DPRK, kata dia, masih menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) sebagai dasar evaluasi lanjutan.
“Jika nanti dalam LHP terdapat temuan, terutama kelebihan bayar, kami minta segera disetor kembali ke kas daerah. Itu menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut turut hadir Sekretaris Pansus Samsul Bahri, serta anggota Pansus lainnya yakni H. Muhammad Isa, Armadi, Wahyu Ramadhan, Maulizar, Muslim, dan Risa Nirmala.
Dari pihak Pemerintah Kota Sabang hadir Asisten II Rinaldi Syahputra, Plt Direktur RSUD Sabang dr. Aqmar Mubarak Phoenna, Sp.An, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sawidar, ST, MT.
Sebagaimana diketahui, pembangunan RSUD tersebut telah dimulai beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum juga selesai. Kondisi ini memunculkan sorotan publik, mengingat besarnya anggaran yang telah digelontorkan serta kebutuhan mendesak akan fasilitas layanan kesehatan yang memadai di Kota Sabang. R





