DPRK Lhokseumawe Desak Pemko Cari Solusi Alternatif Terhadap Nasib Tenaga Honorer

Minggu, 12 Juni 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRK Lhokseumawe, Azhari T Ahmadi.

Anggota DPRK Lhokseumawe, Azhari T Ahmadi.

Lhokseumawe, (MA) – Pemerintah akan menghapus tenaga honorer pada 2023 mendatang, hal tersebut sesuai surat edaran yang dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) pada 31 Mei 2022.

Menanggapi persoalan tersebut, Anggota DPRK Lhokseumawe, Azhari T Ahmadi mendesak Pemko Lhokseumawe untuk mencari solusi alternatif terhadap nasib pegawai honorer yang telah mengabdi di instasi di lingkungan pemerintah Kota Lhokseumawe.

“Provinsi Aceh khususnya Lhokseumawe masih sangat membutuhkan tenaga honorer yang berkompeten mengingat sumber daya yang kita butuhkan masih sangat banyak,” kata Azhari.

BACA JUGA...  Pj Bupati Aceh Utara Ajak KAHMI Ambil Peran dalam Hal Ini 

Selanjutnya Azhari mengatakan, Pemko Lhokseumawe telah memutuskan kontrak sebanyak 2.753 tenaga harian lepas (THL) pada tahun ini. Hal ini berimbas terhadap jumlah pengangguran di kota berjulukan mantan petro dolar ini.

“Mereka (tenaga honorer) yang diputuskan kontrak ditinggal begitu saja, tidak ada pendampingan atau pembiayaan ketika mereka tidak lagi menjadi pegawai honorer,” terangnya.

BACA JUGA...  Pemko Lhokseumawe Berikan Surat Peringatan Bagi Pengusaha Walet Ilegal

Selain itu Azhari mengharapkan, kejadian serupa tidak terulang kembali, dikarenakan Pemerintah akan mengangkat tenaga honorer menjadi PPPK atau PNS, namun harus mengikuti seleksi dan sesuai persyaratan yang berlaku.

“Memperjuangkan mereka meloloskan ke PPPK sangat tepat dan kita harus bersinergi membangun komunikasi dengan pusat terkait plot formasi yang diberikan, karena jumlah tenaga honorer di Lhokseumawe sangat besar,” harapnya.

BACA JUGA...  Menuju DPRK Banda Aceh, Barlian Tawarkan Empat Program Unggulan

Azhari mengimbau, kepada perwakilan DPR di Provinsi menetapkan kebijakan tenaga honorer mengikuti local wisdom yang memiliki kewenangan khusus, seperti menganggarkan anggaran khusus bagi tenaga honorer yang dapat membantu daerah di Aceh.

“Kita tetap harus memperjuangkan para tenaga honorer baik dalam konteks Pemerintahan Aceh yang sesuai dalam isi MoU Helsinki yang tertuang dalam UUPA yang berhak mengatur Pemerintahannya sendiri,” pungkasnya.[]

Laporan : Mulyadi

Berita Terkait

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terbaru

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB