Sementara itu, TA Khalid dalam sambutannya menegaskan pentingnya penggunaan skema swakelola dalam pelaksanaan rehab-rekon lahan pertanian. Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan diterapkannya program Cash For Work atau padat karya tunai yang memberikan dampak langsung terhadap pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
“Program Cash For Work dalam rehab-rekon pascabanjir di Aceh ini menjadi yang pertama dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Saat awal bencana di Aceh Utara, saya bersama Menteri Pertanian turun langsung ke lokasi,” kata TA Khalid.
Ia menambahkan, skema padat karya tidak hanya mempercepat pemulihan lahan, tetapi juga membuka peluang kerja sementara bagi masyarakat terdampak. Dengan demikian, proses pemulihan ekonomi dapat berjalan seiring dengan perbaikan sektor pertanian, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan meningkatkan kesejahteraan pascabencana. (R)




