“Saya sangat bangga memiliki karakter seperti Mangging. Kendatipun kondisi kesehatannya kurang menguntungkan dan usia yang sudah senja, tekadnya untuk mengikuti tes sangat luar biasa,” ujar Mukhtaruddin, yang juga CEO Media Aceh, tempat Khairan saat ini berkiprah sebagai wartawan.
Semangat Khairan semakin terlihat ketika dirinya harus berjalan dengan dipapah oleh anaknya. Dalam kondisi demikian, ia tetap memilih hadir dan mengikuti ujian sebagai bentuk kesetiaannya terhadap profesi jurnalistik.
Khairan mengaku sebelumnya pernah menjadi wartawan Metro TV dan telah mengikuti serta memperoleh sertifikat P4. Namun, menurutnya, sertifikat tersebut sudah tidak lagi menjadi ukuran kompetensi wartawan pada era sekarang sehingga dirinya memilih kembali mengikuti UKW.
“Hitung-hitung membuktikan diri kepada anak cucu bahwa kita benar-benar wartawan yang memiliki legalitas, yang dibuktikan dengan adanya sertifikasi dari Dewan Pers,” katanya.
Menurut Khairan, mengikuti UKW bukan semata-mata untuk mendapatkan predikat Wartawan Muda, tetapi juga sebagai upaya memperbarui pengetahuan dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia menilai materi yang disampaikan para penguji sangat penting untuk menjadi pedoman wartawan dalam menjalankan praktik jurnalistik di lapangan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















