Sumadi menjelaskan bahwa melalui aplikasi ini, pemerintah desa dapat lebih memahami persyaratan yang diperlukan agar data warga dapat di input ke dalam SIKS-NG. Proses ini tentunya harus melalui musyawarah dengan melibatkan pihak terkait.
“Kami berharap sistem penginputan data dapat dilakukan secara berjenjang dan terbuka, serta terjalin koordinasi yang baik antara, instansi terkait, dan para keuchik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sumadi menegaskan bahwa sosialisasi SIKS-NG ini juga bertujuan untuk memperbarui data DTKS guna memastikan penerima bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Hal ini merupakan bentuk keseriusan Dinas Sosial dalam mendukung kemajuan Aceh Singkil.
“Kegiatan sosialisasi SIKS-NG ini akan dilaksanakan merata di setiap kecamatan ke depannya,” tutup Sumadi.
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman para operator desa dalam mengelola data kesejahteraan sosial, serta mendukung terciptanya sistem yang transparan dan akurat untuk penyaluran bantuan sosial di Aceh Singkil. [Fandi Perdana].




