BANDA ACEH, MEDIAACEH.CO.ID – Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian akan kolaborasi, membangun pangan. Tujuannya tak lain adalah, menjaga petani agar tak rugi. Demikian paparan para kementerian untuk menjaga pangan, agar petani tidak dirugikan pada masa panen, dilansir dari Kompas.com.
Diwaktu yang lain Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mendorong PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) berperan besar terhadap ketahanan pangan dan ketahanan energi dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Upaya yang dilakukan mulai dari pengembangan pabrik NPK dan pengembangan Green Industry Cluster (GIC) atau Klaster Industri Hijau. Hal ini disampaikan Pahala saat melakukan kunjungan kerja ke PT. PIM di Lhokseumawe, Aceh, belum lama ini.
Momen ini seharusnya menjadi pijakan bagi Dinas Pangan Aceh, untuk mensosialisasikan strategi apa yang telah dilakukan dinas ini. Sayangnya masyarakat Aceh masih awam, terhadap kinerja Dinas Pangan Aceh.
Melalui WhatsApp, Kepala Dinas Pangan Aceh Cut Yusminar, A.Pi, M.Si menjelaskan dinas pangan berperan, menjaga ketersedian Pangan di Aceh tetap terjaga. Untuk menstabilisasi harga pangan ini, “kami bekerja sama dengan Disperindag (red. belum mendapat penjelasan dalam bentuk apa). Contoh sekarang petani kita sedang panen raya bawang merah harga pasti turun,” sebut Cut Yusminar melalui WhatsApp Sabtu 13 Agustus 2022.
Ditambah lagi masuknya bawang dari luar daerah, membuat petani kurang beruntung. Beranjak dari permasalahan ini Badan Pangan Nasional melalui Dinas Pangan Aceh akan membangun Cold Storage di Sentra-sentra Produksi bawang merah, cabe dan lainnya.
“Supaya ada tempat penyimpanan saat Panen raya, jadi petani tidak dirugikan,”tuturnya.
Saat disentil wartawan bahwa : Bukankah itu hanya proyek, paling kemudian terbengkalai. Yusminar berkilah. “Kita lihat nanti, kan belum dibangun. Biarlah orang (pihak) Bapenas yang memverifikasi kembali,”kilahnya.
Penjelasan Kadis Pangan Aceh ini, mungkin sebagai gambaran yang perlu di cermati dengan bijak dan detail secara mendalam.(Am).




