Adapun tahapan pekerjaan meliputi pembersihan lahan, pengupasan permukaan tanah hingga pembentukan badan jalan. Meski menghadapi medan yang cukup berat dan menantang, sinergi antara Satgas TMMD, pemerintah daerah, konsultan pengawas, dan masyarakat membuat pekerjaan terus berjalan dengan baik.
Hingga pertengahan pelaksanaan program, progres pembukaan badan jalan telah mencapai sekitar 12 persen. Persentase tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring optimalisasi personel, pemanfaatan alat berat, serta pengawasan teknis yang dilakukan secara berkelanjutan.
Andrino menegaskan, pembukaan badan jalan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jalan yang kami bangun ini bukan hanya membuka akses transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Karena itu, kami berupaya menyelesaikannya tepat waktu dengan kualitas terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan TMMD merupakan wujud nyata pengabdian TNI dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan melalui semangat gotong royong.




