Dandim Abdya : Esensi Bencana Dapat Dihindari Bilai Semua Memiliki Rasa Peduli

Rabu, 19 Februari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has, S.T., M.T saat mengisi acara di RRI Meulaboh

Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has, S.T., M.T saat mengisi acara di RRI Meulaboh

Abdya (MA) Esensi bencana Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) dapat dihindari bilamana semuanya memiliki rasa peduli, tanggung jawab dan cinta terhadap alam. Jika diuraikan, semua kejadian Karhutla terjadi karena dua factor, yakni faktor alam dan faktor manusia.

Hal itu disampaikan, Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has, S.T., M.T saat mengisi acara sebagai narasumber Dialog Interaktif Sapa Prajurit, programa RRI Meulaboh, on air di studio setempat, Aceh Barat, Rabu, 19 Februari 2020, petang.

Dandim Abdya, Letkol CZi M Ridha Has mengungkapkan, sesuai dengan instruksinya, jajaran Babinsa Kodim 0110/Abdya bersinergi dengan Polri, BPBD dan Dinas terkait lainnya telah melakukan upaya pencegahan Karhutla.

BACA JUGA...  Prediksi Schalke vs Nurnberg, Liga 2 Jerman 14 April 2024

“Upaya kita berupa sosialisasi serta himbauan stop pembakaran lahan kepada masyarakat, dan juga rutin melakukan patroli gabungan ke sejumlah titik rawan Karhutla,” sebut Dandim Letkol CZi M Ridha Has.

Lebih tegas, Dandim meminta mindset yang menyebutkan pembukaan lahan dengan cara pembakaran yang sepertinya sudah menjadi kearifan lokal di daerah itu harus dirubah dengan melakukan pendekatan secara intens kepada masyarakat sekaligus memberikan pemahaman tentang aturan hukum bagi yang melanggar pembakaran hutan.

“Secara konkrit Negara telah mengatur dalam UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di pasal itu jelas disebutkan pelanggar akan dikenakan sanksi pidana kurungan maksimal 12 tahun dan denda maksimal 10 milyar,” papar Dandim Letkol CZi M Ridha Has.

BACA JUGA...  366 Bacaleg DPRK Simeulue Tes Baca Al-Quran

Selanjutnya dalam dialog tersebut, secara santai Dandim juga menjawab pertanyaan interaktif dari para penelepon, salah satunya tentang kasus Karhutla di Abdya dan kiat penanganannya. Dandim menuturkan, sejauh ia menjabat terhitung akhir Agustus 2019 sampai dengan sekarang belum ada kasus Karhutla.

“Kabupaten Abdya memiliki luas kurang lebih 1.882,05 Km2, dibagi 9 Kecamatan, 23 Mukim, 152 Desa. Sebagian tanah di Abdya juga bersifat gambut dan berpotensi rawan Karhutla. Untuk meminimalisir terjadinya Karhutla, di Abdya TNI-Polri dan Pemerintah Daerah satu kata bersinergi tangkal Karhutla,” jelas Dandim Letkol CZi M Ridha Has.

BACA JUGA...  Dalam Menyambut Hari Ini, DWP Bener Meriah Gelar Senam Jantung Sehat 

Di penghujung acara tersebut, Dandim Letkol CZi M Ridha Has juga memberikan mitologi bahwa nenek moyang dalam berkebun senantiasa selaras dengan alam. “Untuk membuka lahan baru tidak pernah melakukan dengan cara instan, merusak dan membakar lahan, sehingga alam pun tidak pernah murka. Belajar dari mitologi itu, kita tingkatkan kepedulian menjaga lingkungan dan menangkal Karhutla,” tegasnya.

Untuk diketahui, Dialog Interaktif Sapa Prajurit merupakan program rutin mingguan RRI Meulaboh, tayang setiap hari Rabu, pukul 15.00-16.00 WIB. Dengan dipandu langsung reporter ternama Darmayani, siaran ini cukup populer di kalangan masyarakat khususnya wilayah Barat Selatan Aceh.(TM)

Berita Terkait

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung
Program JKN Kian Kokoh, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Wakapolres hingga Kasat Reskrim Berganti, Polres Aceh Selatan Gelar Sertijab
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Selatan Perkuat Sinergi dan Apresiasi Personel Berprestasi
Muzakir dan Tri Susanti Sirait Juara Bhayangkara Run Aceh Selatan 
70 Irpom Diturunkan, Aceh Tamiang Kebut Pemulihan 2.673 Hektare Sawah Pascabanjir

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:53 WIB

Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:03 WIB

Program JKN Kian Kokoh, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:40 WIB

Wakapolres hingga Kasat Reskrim Berganti, Polres Aceh Selatan Gelar Sertijab

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan Serambi Award 2026

Minggu, 30 Agu 2026 - 17:35 WIB

Foto bersama penguji, peserta dan panitia usai acara penutupan UKW SPS Aceh-PR, Sabtu, 29 Agustus 2026

PENDIDIKAN

Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 

Minggu, 30 Agu 2026 - 00:58 WIB

KESEHATAN

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 14:37 WIB

EKBIS

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026

Sabtu, 29 Agu 2026 - 14:22 WIB