Menurut Darwis, Muzakir Manaf telah berjuang mendukung Prabowo dalam dua pilkada terakhir untuk menjadi Presiden RI. “Ini adalah perjuangan bersama demi kemajuan Aceh,” tambahnya.
Tgk. Darwis juga menyoroti bahwa Apel Akbar ini merupakan momentum untuk memperjuangkan tanggung jawab yang belum selesai terkait butir-butir perjanjian antara Pemerintah RI dan GAM. “Kita meminta Presiden RI yang baru dilantik untuk menegakkan kembali poin-poin dalam MoU Helsinki sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama,” katanya.
“Sebagai bagian dari GAM yang telah menandatangani perjanjian Helsinki, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menyelesaikan butir-butir tersebut,” lanjutnya. Darwis mengingatkan bahwa perjanjian adalah janji yang harus ditepati. “Jika tidak sanggup menepati, sebaiknya jangan pernah membuat janji,” tegasnya.
Ia mengakhiri pernyataannya dengan menyinggung bahwa ketidakpatuhan terhadap janji sering kali menjadi pemicu konflik. “Kericuhan di mana-mana, bahkan perang, seringkali terjadi karena janji yang tidak ditepati. Jangan sampai kita tertipu lagi oleh janji kosong. Karena itu, kita kumpulkan silaturahmi ini untuk menunjukkan bahwa kita masih ada dan tetap solid,” pungkasnya.(R)




