Air di Mata Ie Kering, Fraksi PA Desak Bupati Harus Ada Berikan Solusi

  • Bagikan
Ketua Fraksi Partai Aceh - Aceh Besar, Juanda Djamal. ST (*)

 69 total views,  1 views today

Jantho (ADC) – Fraksi Partai Aceh-Aceh Besar telah merespon cepat keluhan warga atas nama Fajri yang tinggal dikomplek Permata Punie, Darul Imarah. Fraksi PA langsung meneruskan laporan tersebut ke Bupati Abes, Ir H Mawardi Ali dan petinggi PDAM Tirta Montala. Baik Bupati dan PDAM juga langsung merespon dengan menyampaikan sumber masalahnya karena keringnya sumber air di Mata Ie, Sebut Ketua Fraksi PA Abes,Juanda Djamal ST pada Atjeh Daily.com Sabtu 14 September 2019.

Menurut Saifuddin, salah seorang anggota Fraksi PA Aceh Besar dari dapil tiga, Dia membenarkan atas keringnya sumber air di Mata ie, menurutnya,” masyarakat merasakan tidak normalnya distribusi air bersih ke rumah-rumah di kawasan Mata ie, Ketapang dan sebagian kecamatan Darul Imarah dalam dua tahun terakhir. Memang, pihak PDAM selalu menyampaikan keluhannya karena sumber air di Mata ie kering saat musim kemarau. Akan tetapi begitu hujan turun, air kembali mengalir,” Ujar Saifuddin.

“Fraksi PA berharap, memang harus dicarikan solusi jangka panjang, namun PDAM Tirta Montala juga harus mendapatkan solusi jangka pendek supaya masyarakat terlayani,” Sebut Saifuddin.

Sementara itu, Bakhtiar, wakil pimpinan DPRK Aceh Besar sementara, menambahkan,”laporan saudara Fajri langsung kita teruskan ke Bupati dan beliau responnya cepat, Fraksi PA sangat apresiasi atas respon Bupati yang cepat tersebut.

Bakhtiar juga mengatakan, Bupati menjawab melalui WhatsApp bahwa ,”Sumber Air di Mata Ie jika kemarau panjang menjadi kering, memang sedang kita usahakan untuk mengkonek dengan WTP Lambaro, Namun tetap tidak cukup karena pelanggan disana sekitar 12 ribu, Mudah-mudahan kedepan kita bisa mencari solusi”. Jawab Bupati pada Bakhtiar, Terang Juanda.

Namun, bagi Fraksi PA, “ mengharapkan Bupati segera mencarikan solusi tentang supplai air bersih yang selalu dikeluhkan oleh masyarakat, bukan hanya Darul Imarah, namun juga beberapa kawasan lainnya,” Ujar Bakhtiar.

“ketersediaan air bersih adalah kebutuhan utama, Masyarakat butuh jaminan, kalaupun sumber airnya kering, kemudian usaha untuk mencarikan solusi tidak ada, maka kemarahan masyarakat tidak bisa kita hindari”, Tegas Bakhtiar.

Sedangkan, Juanda Djamal, ketua fraksi PA Aceh Besar, menjelaskan,”beberapa wilayah di Aceh besar semakin tumbuh dengan bertambahnya penduduk. Banda Aceh semakin padat, tentunya banyak yang memilih tinggal di kawasan perbatasan seperti Darul Imarah, Mesjid Raya, Peukan Bada dan bahkan Ingin Jaya. Jadi, kita semestinya harus terus menyesuaikan kebijakan-kebijakan pembangunan yang sesuai dengan perkembangan wilayah kita, seperti ketersediaan air bersih dan pengelolaan sampah”, Sebut Juanda Djamal.

Fraksi PA, menurut Juanda, siap mendukung eksekutif atas setiap program untuk peningkatan layanan publik, terutama air bersih, pengelolaan sampah, dan bahkan beberapa isu lainnya yang dapat menjawab permasalahan masyarakat Aceh Besar saat ini.

“makanya, khusus merespon surat saudara Fajri tersebut, kita akan berkonsultasi dengan pihak PDAM, dan bila perlu saudara Fajri dapat berjumpa langsung dengan pihak PDAM dan sama-sama kita pikirkan langkah yang tepat kedepan” Tambahnya.

Tambahnya lagi, “Isu air bersih perlu dibicarakan serius, publik bisa diajak untuk terlibat menyampaikan pendapatnya, juga melibatkan para ahli dan pandangannya supaya isu ini bisa kita dapatkan solusinya bersama, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” jelas Juanda Djamal.

Baik Saifuddin maupun Bahtiar, membenarkan perlunya partisipasi publik dalam agenda-agenda pembangunan, Sebut Juanda.

Kedepan,”Fraksi PA terus berupaya melakukan langkah-langkah cepat memperjuangkan aspirasi masyarakat yang berkenaan dengan kebutuhan dasar”, tutup Juanda Djamal.(R)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...