oleh

Aceh Siap Buntingkan 100 Ribu Lebih Induk Sapi  

Banda Aceh (ADC)-Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Zulyazaini Yahya, M.Si mengungkapkan, pihaknya terus berpacu dengan waktu dalam menyukseskan pelaksanaan Upsus SIWAB (Setiap Indukan Wajib Bunting) yang mulai berlaku efektif sejak bulan Januari 2017 lalu di seluruh Indonesia.

“Sesuai dengan namanya,  ini bertujuan mengoptimalkan penambahan populasi dengan memaksimalkan tingkat kebuntingan pada induk ternak yang sudah memenuhi syarat umur untuk bunting. Upsus SIWAB mencakup dua program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka),” ujar Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Zulyazaini Yahya, M.Si kepada wartawan.

Dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan pemerintah dapat tercapai pada tahun 2026   mendatang serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, Aceh mendapatkan perhatian khusus dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Ir. Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Aceh beberapa waktu lalu.

“Menteri Pertanian siap membantu apa saja yang dibutuhkan Aceh dalam rangka menyukseskan program Siwab yang diluncurkan di Lamongan, Jawa Timur pada tanggal 8 Oktober 2016 yang lalu,” kata Ketua Ikatan Dokter Hewan Indonesia Provinsi Aceh ini.

Dalam pertemuan tersebut sambung Zulyazaini Yahya, Menteri Pertanian RI membebankan kepada Aceh target Upsus Siwab melalui Inseminasi Buatan (IB) sebanyak 105,000 ekor induk pada tahun 2017 dan 210 000 ekor induk di Tahun2018.

“Apa saja kendala siap dibantu termasuk pelatihan petugas hingga alat transportasi kenderaan roda dua bagi penyuluh peternakan di  lapangan,” ungkap mantan Kepala Inkubator Kader Peternakan Dinas Peternakan Aceh ini. “Pak Gubernur Irwandi juga siap memberi dukungan, apalagi program ini ada kaitannya dengan Program Aceh Troe,” tambahnya.

Besarnya dukungan yang dieroleh, pihaknya optimis, target tersebut bisa dicapai, asalkan para petugas dapat bekerja secara maksimal. Optimisme Bahra mungkin tidak berlebihan, karena hingga sekarang, pencapaiannya sudah mendekati angka 70 persen lebih. 

“Insya Allah akan sukses, karena kabupaten/kota sangat mendukung program yang sangat bermanfaat bagi peternak ini, apalagi biaya IB ini gratis,” pungkas alumni SMAN Peusangan ini. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..