EKBIS  

Aceh Economic Forum Bank Indonesia Gagas Produk Unggulan

example banner

 61 total views,  2 views today

Banda Aceh, (MA) Bank Indonesia Perwakilan Aceh melaksanakan diskusi publik, berkaitan Pengembangan Ekosistem Syariah dalam Mendukung Pengembangan Hilirisasi Produk Unggulan. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Grand permatahati Banda Aceh,Senin (28/3/ 2022).

banner 325x300

Diawali sambutan Kepala Perwakilan Aceh Bank Indonesia Achris Sarwani, selanjutnya forum diserahkan untuk diskusi. Dalam sambutan Achris Sarwani mengungkap bahwa, Bank Indonesia telah banyak melakukan kerjasama dengan Kepala Daerah terkait peluang bisnis berupa komunity pertanian, wisata dan lainnya.

Antara lain dengan Kabupaten Aceh Jaya, terkait Kopi Lamno “bahwa ada demand tapi tidak terpenuhi”. Maka Bank Indonesia telah mengembangkan pertanian di Aceh Jaya untuk usaha memenuhi permintaan pasar. Bukan hanya kopi, nilam, coklat serta banyak produk pertanian lainnya yang telah kita kembangkan. Kata Achris.

Hadir dalam diskusi tersebut, para pakar ekonomi, akademisi, Legeslatif dan perbankan. Ada beberapa point penting, yang sempat dicatat Reporter. Antara lain seperti yang disampaikan oleh Prof. Nazaruddin bahwa, mengapa tidak ribuan tanah wakaf yang ada di Aceh dimanfaatkan supaya dapat produktif.

Produk unggulan lain adalah coklat, coklat Aceh memiliki mutu tinggi namun masih sedikit sekali produksinya. Meski coklat dianggap bukanlah produk unggulan dalam lintas sektor, akan tetapi coklat merupakan produk unggulan pada sektornya sendiri. Kata salah satu nara sumber.

Hanya saja perhatian pemda terhadap pertanian coklat sangat kurang, seperti wabah coklat terjadi di Aceh Selatan tidak teratasi. Hal-hal ini dapat menyebabkan tingkat produksi berkurang, karena semangat tani juga menjadi menurun.

Pemateri lainnya Prof Nazaruddin mengajak peserta diskusi untuk berpikir, apakah ada pengaruh terhambatnya pertumbuhan ekonomi karena penerapan sistem Islam dalam pembangunan ekonomi.

Diskusi yang tadinya digagas untuk memunculkan gagasan dan mencari produk unggulan pertanian Aceh. Berakhir landai saja, dan belum menghasilkan hal-hal yang dapat dianggap berguna bagi masyarakat tani di Aceh.

Menurut amatan reporter diskusi semacam ini rapi di atas kertas, tapi implementasinya susah untuk dilaksanakan karena biasanya cuma dinikmati kalangan atas. Hal ini juga disampaikan oleh beberapa rekan peserta, setelah acara berakhir.

Selain itu para pemateri, baru menyampaikan wacana, rencana dan hasil penelitian secara akademi. Sementara produk unggulan yang semestinya muncul dalam diskusi tersebut, tidak terlihat secara nyata.

Reporter media ini telah menyampaikan masukan tersebut, melalui tim Bank Indonesia Ilham Akbar. Ilham Akbar menyikapi dan berjanji, akan mengirim rilis atau kesimpulan dari Bank Indonesia. Namun hingga berita ini diturunkan sore hari 28 Maret 2022, reporter belum menerima apa yang dimaksud Ilham. [].

Laporan : Abdul Manaf

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...