Abu Doto Ungkap Kesal pada Mantan Plt Gubernur Aceh

Minggu, 12 Maret 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | AP-  Gubernur Aceh Zaini Abdullah rupanya menyimpan kedongkolan yang cukup dalam pada mantan Plt Gubernur Aceh Soedarmo.

Dia terlihat berang saat menjelaskan kebijakan yang dilakukan oleh Soedarmo sepanjang tiga bulan proses pilkada berlangsung di Aceh.

Zaini secara terang-terangan mengungkapkan kekesalannya itu di hadapan wartawan, di Lingke, Banda Aceh,  Minggu (12/3/2017).

“Seharusnya kedatangan dia (Soedarmo) kemari menjadi rahmat bagi masyarakat Aceh tapi yang terjadi malah sebaliknya,” katanya Zaini.

Ia mengaku kecewa pada Soedarmo atas pelantikan dan pemutasian pejabat eselon II dan III tanpa sepengetahuannya.

BACA JUGA...  245 Ekor Kuda Meriahkan HUT Ke-19 Bener Meriah 

Selama menjadi Plt, kata pria 76 tahun itu, komunikasi Soedarmo dengan dirinya nihil. Padahal ia mengaku menunggu kedatangan Soedarmo untuk berkoordinasi. “Tapi alasannya karena saya petahana takut tidak Independen, ” kata Zaini.

Dan yang paling sakit, kata Zaini Abdullah, adalah terkait masalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurut Zaini Abdullah, KEK diusulkan oleh Pemerintah Aceh dan ditetapkan oleh presiden untuk dikelola oleh Pemerintah Aceh.

Tapi malah dibatalkan oleh Soedarmo agar dikelola oleh BUMN dengan dalih bahwa Aceh tidak punya anggaran. “Apakah ini tidak membuat kami sedih,” katanya.

BACA JUGA...  Mitra MBG: Wacana Kantin Sekolah Harus Sejalan dengan Standar Gizi dan Keamanan Pangan

Jika KEK nantinya dikelola oleh BUMN, kata Zaini, maka yang berperan nantinya adalah Pertamina.

Dan ia mengatakan sangat tahu prilaku Pertamina terhadap Aceh, terutama saat masih aktif  PT Excon Mobil beberapa waktu lalu. “Masyarakat Aceh dijadikan kambing kurap semua, kemiskinan dimana-mana,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menginginkan agar KEK ini tidak dikelola oleh BUMN melainkan dikelola oleh Aceh karena akan dapat melejitkan perekonomian.

“Awalnya saya sangat gembira dengan KEK, tapi apa yang terjadi saat Plt datang, benar-benar tak bisa saya percaya, padahal ini tidak termasuk dalam tugas Plt,” katanya.

BACA JUGA...  DPRK Bener Meriah Laksanakan Rapat Paripurna LKPJ Tahun 2024

“Dia sengaja melakukan rapat di Jakarta agar saya tidak tahu, dan melakukan diskusi-diskusi untuk mengembalikan KEK ke pusat.”

Zaini Abdullah tak tinggal diam. Dia akan membentuk tim untk kembali melobi pusat agar KEK dikelola oleh Aceh di akhir masa jabatannya.

“Kami akan bekerja lebih keras untuk mengembalikan ini lagi ke Aceh. Ini  harus diperjuangkan  karena ini adalah marwah,” ujarnya.[Beritakini.co]

Berita Terkait

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit
Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP
Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA
Ayah Wa Tunjuk Barona Raja sebagai Ketua Penanganan ODGJ Aceh Utara
Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 
Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:10 WIB

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Senin, 14 September 2026 - 17:32 WIB

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 September 2026 - 17:19 WIB

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 September 2026 - 16:57 WIB

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP

Senin, 14 September 2026 - 14:57 WIB

Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:10 WIB

PEMERINTAHAN

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 Sep 2026 - 17:32 WIB

Rapat pembahasan APBK di DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 Sep 2026 - 17:19 WIB