Sementara Datok Rantau Pakam, Ruslan berharap kepada Wakil Ketua DPRK Fadlon dan pemerintah agar segera bisa membantu untuk menanggulangi pembangunan tanggul yang abrasi agar tidak terjadi banjir saat musim hujan dan air yang turun dari hilir.
“Kami masyarakat Desa Rantau pakam sudah membuat tanggul sementara dengan menimbun tanah ±25 dump truck dengan dana swadaya masyarakat karena belum ada bantuan dari pihak pemda untuk mengatasi tanggul yang Abrasi,” jelas Ruslan.
Warga berharapa kepada Wakil Ketua DPRK dan Pemerintah Daerah agar secepatnya tanggap dan merespon usul masyrakat terkait tanggul yang terabrasi agar di kemudian tidak terjadi banjir.
“Jujur saya katakan, selama ada DPRK baru pak Fadlon yang mengunjungi kondisi kami, lalu forkompincam Bendahara yang sangat perduli dengan keadaan kami,” jelas Ruslan.
Lalu, usul yang disampaikan masyarakat ada beberapa titik yang sifatnya urgensial, di desa Rantau Pakam, Desa Teluk Halban, Desa Raja.
“Kami juga berharap agar Pemerintah Daerah segera membuat tanggul sementara dari batang kelapa dan timbun tanah agar tidak terjadi abrasi lagi,” Pungkasnya.
Sementara Kapolsek Bendahara, AKP Asrul Renaldi, SH mengingatkan, agar pemerintah setempat segera mengambil langkah konkrit, lakukan aksi nyata.




