Tapaktuan (MA) – Di sudut Kota Naga, Tapaktuan, tempat ombak Samudra Hindia berkejaran dengan hijaunya perbukitan Bukit Barisan, lahirlah sebuah cita rasa yang membawa cerita. Namanya Ber Pala, minuman khas racikan UMKM lokal yang bukan sekadar pelepas dahaga, tetapi juga menjadi simbol semangat masyarakat Aceh Selatan dalam mengolah kekayaan alam menjadi produk bernilai.
Setiap tegukan Ber Pala menghadirkan sensasi yang berbeda. Perpaduan ekstraksi buah pala pilihan dengan madu murni menghasilkan rasa segar, lembut, dan meninggalkan kehangatan yang khas di tenggorokan. Tak heran, siapa pun yang mencicipinya sering kali ingin menikmati lagi dan lagi.
Di balik kesegarannya, tersimpan kisah panjang tentang pala komoditas yang telah lama menjadi identitas Aceh Selatan. Dari kebun-kebun milik petani hingga tangan-tangan kreatif pelaku UMKM, buah pala diolah dengan penuh ketelitian menjadi minuman fermentasi yang alami, tanpa bahan pengawet, sehingga tetap mempertahankan cita rasa autentik rempah Nusantara.
Bagi para pelaku UMKM, Ber Pala bukan hanya produk untuk dijual. Minuman ini adalah harapan. Harapan agar hasil bumi daerah memiliki nilai tambah, membuka lapangan usaha, sekaligus memperkenalkan Tapaktuan sebagai “Bumi Pala” kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia.




