BANDA ACEH (MA) – Kompetensi guru dayah di Aceh terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan, pembinaan, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang dijalankan Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam sekaligus mendukung lahirnya generasi Aceh yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dayah bahkan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam pengembangan pendidikan dayah di Aceh.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan. Karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan pendidikan dayah yang berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Guru tidak hanya dituntut mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu membimbing karakter santri, memanfaatkan teknologi, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan zaman.
“Guru adalah kunci kemajuan pendidikan. Ketika kualitas guru meningkat, maka kualitas lulusan juga akan meningkat,” ujarnya melalui rilis pers, Rabu (17/6/2026).
Muhsin menjelaskan, berbagai program pembinaan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan mengajar. Penguatan wawasan keislaman, kepemimpinan, manajemen pendidikan, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi juga menjadi bagian dari upaya membangun tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi masa depan Aceh. Dayah yang memiliki tenaga pengajar berkualitas diyakini lebih mampu mencetak generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter kuat, wawasan luas, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Sejalan dengan itu, Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus mendorong penguatan tata kelola pendidikan dayah melalui pengembangan sistem data terpadu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan santri dan guru, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat peran dayah sebagai pusat pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan tugas dan fungsinya, Dinas Pendidikan Dayah Aceh juga memiliki mandat untuk melakukan pembinaan teknis pendidikan dan pengajaran, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pengembangan sumber daya santri guna mendukung penyelenggaraan pendidikan dayah yang berkualitas.
Melalui berbagai program pengembangan kapasitas yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Aceh berharap mutu pendidikan dayah terus meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang religius, cerdas, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (ADV)



