Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Gayo Lues Hadiri Hari Pangan Sedunia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

GAYO LUES (MEDIAACEH)-Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Gayo Lues beserta jajarannya menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia ke-37 di Pontianak, Kamis, (19/10/2017) lalu.

Hari pangan Se-Dunia ke-37 diselenggaran di lapangan makras komando militer (Makodam) Tanjung Pura Kubu Raya, digelar mulai 19-22 Oktober 2017. Kegiatan yang digelar meliputi pembukaan dan pameran, tur diplomatik, berbagai perlombaan, panen padi, dan ekspor beras dalam rangka pengembangan lumbung pangan di perbatasan.

BACA JUGA...  70 Unit Mobil Hias Meriahkab Karnaval HUT-RI ke 72 di Banda Aceh

Dalam menghadiri Acara Pangan Sedunia ini, Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Gayo Lues dihadiri oleh sejumlah pejabat kabupaten Gayo Lues antara lain Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Sukri, SP, kabid dan KAsie antara lain Darwin,SP, Dedi Hamdani, SP, Abdul Gani, S.Pi dan para staf.

Selain itu acara Hari Pangan Sedunia 2017 dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya, Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan.

BACA JUGA...  Hadiri Festival Negeri Linge, Haili Yoga Serahkan Piagam Untuk Pemenang 

Hari Pangan Sedunia 2017, dibuka secara langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan  tema “Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia”.

Menurut menteri Pertanian Pemilihan tema ini, sejalan dengan tema HPS yang ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agricultural Organization/FAO), yakni “Change the future of migration. Invest in food security and rural development”.

BACA JUGA...  Deno Wahyudi Digeser, Abdul Mufakhir Masuk Polres Aceh Tengah 

Senada dengan itu Kadis Pangan dan Perikanan mengatakan menganggap tema ini sangat strategis, mengingat saat ini kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian.  Penciptaan lapangan pekerjaan yang prospektif dan inovatif serta modern di bidang pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan lain-lain, serta kepastian regulasi untuk mendukung bisnis di bidang pangan menjadi lebih adil, ujarnya. (M.Yusuf Ariga)