Tiga Warga Digigit Anjing, Distanpang Respon Cepat 

Selasa, 28 Februari 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Distanpang Bener Meriah lakukan Vaksinasi Rabies kepada anjing, Selasa, (28/2/23).

Petugas Distanpang Bener Meriah lakukan Vaksinasi Rabies kepada anjing, Selasa, (28/2/23).

BENER MERIAH (MA) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah langsung merespon dan bergerak cepat terkait warga yang digigit anjing, yang diduga Hewan Pembawa Rabies (HPR) di Kampong Blang Kucak, Kecamatan Wih Pesam di Kabupaten setempat.

“Begitu kita mendapat laporan ada tiga warga Kampung Blang Kucak, yang  jadi korban gigitan anjing (HPR), pihak kami langsung menurunkan petugas kesehatan hewan ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban gigitan HPR tersebut,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah Ir. Abadi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Perikanan drh. Ismail Harun pada media, Selasa, (28/2/23).

Ia menyebutkan, apa yang dilakukan oleh pihaknya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kata mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bener Meriah itu, petugas kesehatan hewan hanya dapat memastikan apakah anjing yang diduga HPR positif rabies atau tidak.

BACA JUGA...  207 UMKM Bener Meriah Lolos Verifikasi Berkas dari Baitul Mal Aceh

Hal itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan dua cara, pertama, dengan melakukan observasi selama empat belas hari dan dilakukan vaksin Rabies dan kedua, bila anjing itu dibunuh, maka kepalanya dikirim ke Balai Veteriner Medan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan membutuhkan waktu paling cepat satu Minggu.

Kemudian, kata Ir. Abadi, juga dilakukan penanganan lain yaitu dengan memerintahkan petugas kesehatan hewan untuk melakukan vaksin rabies terhadap semua anjing yang ada di daerah itu untuk mencegah penularan rabies terhadap anjing yang lainnya.

“Kita sudah perintahkan tim atau petugas kita untuk melakukan vaksin rabies terhadap semua anjing di daerah itu,” tandas Ir. Abadi.

Sementara Kabid Peternakan dan Perikanan drh. Ismail Harun juga menyampaikan kronologis kejadian yang menimpa tiga warga Kampung (desa) Blang Kucak Kecamatan Wih Pesam. Kejadian pertama, terjadi pada hari Minggu (26/2) terhadap korban bernama Astini (15) dan Nek Selim (70) merupakan satu keluarga yang berada di kampung tersebut.

BACA JUGA...  Akhirnya, Pak Nas Dilantik Jadi Anggota DPRK Bener Meriah

Bahkan, lanjutnya, selang waktu gigitan itu hanya berkisar 30 menit, dimana Astini digigit pada pukul 17.30 WIB dan Nek Selim digigit pada pukul 18.00 WIB.

Kemudian Senin (27/2) sekira 06.00 Wib gigitan anjing diduga HPR menimpa korban lain Aswan atau Riwan (61), kata Ismail Harun.

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah, Abdul Muis, SE, MT ketika dikonfirmasi terkait dengan tindakan apa yang dilakukan menjelaskan, terhadap korban gigitan yang diduga HPR, semuanya telah dilakukan tindakan penanganan dengan cara pencucian luka menggunakan sabun dan melakukan tindakan heacting/ jahitan pada luka korban serta penyuntikan Vaksinasi Anti Rabies (VAR).

BACA JUGA...  Wabup Fauzi Yusuf Letakan Batu Pertama Masjid Baitussalam

Ditambahkan, dalam kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan penyuntikan Vaksin Rabies terhadap anjing- anjing yang ada di daerah tersebut selalu dilakukan vaksin rabies setiap tahunnya.

“Kita juga mengakui, di lapangan ada kendala yang kita hadapi, contohnya, pada saat pelaksanaan Vaksinasi Rabies tersebut banyak masyarakat pemilik anjing tidak bersedia anjingnya di vaksin, ditambah lagi banyaknya anjing berkeliaran yang tidak ada pemilik,” imbuhnya.

Atas kejadian dan peristiwa itu, Kepala Dusun dan masyarakat setempat sangat berharap, kepada pihak terkait agar dilakukan pemusnahan (eliminasi) terhadap anjing HPR dan anjing lainnya, agar tidak meluas. (Kn/BM).

Berita Terkait

Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 
Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair
Ayah Wa Bersama Kadis PUPR Aceh Utara Tinjau Progres Pembangunan Batu Gajah di Lhok Puuk
Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor
Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
Haili Yoga: Pemuda Garda Terdepan dalam Pembangunan dan Tahapan Pemulihan
Peringatan Sumpah Pemuda di Aceh Selatan, Wabup Baital: Generasi Penerus Harus Berkarakter
BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Ayah Wa Bersama Kadis PUPR Aceh Utara Tinjau Progres Pembangunan Batu Gajah di Lhok Puuk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Berita Terbaru

Jubir Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair

Kamis, 29 Okt 2026 - 23:10 WIB

Bersama inventor dan jajaran redaksi perusahaan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa bahas huntap, Kamis, (29/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:17 WIB