Disbudpar Aceh Gelar Melayu Raya Art Festival 2022 

Senin, 21 November 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Disbudpar Aceh Gelar Melayu Raya Art Festival 2022

LANGSA, (MA) – Guna melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan Melayu kepada generasi muda, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan menggelar Melayu Raya Art Festival 2022 di Aula Serbaguna PLN, Jalan A Yani, Kota Langsa, Minggu (20/11/2022).

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten III Pemko Langsa Junaidi yang mewakili Pj Walikota Langsa tersebut mengusung tema “Eksistensi Budaya Melayu” dengan konten kegiatan yaitu, apresiasi suara Melayu, seminar dan eksebisi Melayu.

Melayu Raya Art Festival 2022 dihadiri oleh Forkopimda Langsa, Ketua PKK Kota Langsa, Cut Safrida, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh diwakili oleh Sub Koordinator Bahasa, Azizar Mansyah, S.Sos dan komunitas – komunitas kesenian serta para undangan lainnya.

Sebagai narasumber untuk kegiatan seminar dalam Melayu Raya Art Festival 2022 tersebut adalah Rika Restella, S.Pd yang merupakan Akademisi Tari. Dr. Dilinar Adlin, M.Pd, Dosen Seni Tari Unimed dan Drs. Syafrizal, Pemerhati Budaya.

BACA JUGA...  3 Oktober AirAsia Layani Penerbangan Kuala Lumpur-Aceh, Ini Respons Disbudpar Aceh

Rika Restella, S.Pd dalam penyampaian materi yang berjudul Eksistensi Tari Melayu. Ia menjabarkan bahwa keberadaan sebuah kebudayaan atau menjaga budaya yang pernah ada sehingga tidak hilang atau punah. Istilah eksistensi bisa diartikan dari berbagai sudut pandang, tergantung konteks yang dibicarakan.

Eksistensi adalah keberadaan atau keaktifan sesuatu, baik itu sebuah karya atau pencipta karya itu sendiri. Eksistensi tidak bersifat kaku dan terhenti, melainkan lentur dan mengalami perkembangan atau sebaliknya kemunduran, tergantung pada kemampuan dalam mengaktualisasikan potensi-potensinya.

“Tari Melayu merupakan salah satu unsur dari kebudayaan, yang keberadaannya harus dijaga agar tidak punah,” ujar Rika.

“Untuk menjaga keberadaan tari tersebut, maka perlunya peran para pelaku seni dan sekelompok masyarakat dalam mewarisi sebuah tarian secara turun-menurun dari generasi ke generasi, sehingga tari itu tidak akan punah dan tetap terus ada,” imbuhnya.

BACA JUGA...  RPMM Apresiasi Program Malam Donasi Parkside Meuligoe Hotel

Drs. Syafrizal dengan materinya berjudul “Eksistensi Kebudayaan Melayu Dikalangan milenial Kota Langsa”. Ia menyampaikan bahwa perlunya diselenggara event – event seperti ini guna mengenalkan kebudayaan Melayu kepada generasi muda saat ini.

Sedangkan Dr. Dilinar Adlin, M.Pd dengan materinya berjudul “Eksistensi Kebudayaan Melayu Dikalangan milenial” menjabarkan bahwa kebudayaan melayu merupakan kebudayaan yang melekat pada bangsa sejak dulu dan merupakan kebudayaan nusantara.

“Kebudayaan melayu merupakan salah satu pilar penopang kebudayaan nasional khususnya Indonesia dan kebudayaan dunia umumnya, di samping aneka budaya lainnya. Budaya Melayu tumbuh subur dan kental di tengah-tengah masyarakat Indonesia,” kata Dilinar.

“Budaya melayu identik dengan agama, bahasa, dan adat-istiadat. Pada dasarnya tiap kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu ide, aktivitas dan artefak,” imbuhnya.

Dikatakannya, Ras melayu polinesia terdiri dari banyak suku bangsa atau suku dalam konteks rumpun bangsa besar. Indonesia merupakan sebuah masyarakat majemuk (plural siciety) yaitu masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang disatukan oleh sistem nasional menjadi sebuah bangsa negara.

BACA JUGA...  Jelang Pemilihan Serentak 2024 Panwaslih Aceh Selatan Gelar Diskusi Media

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh diwakili oleh Sub Koordinator Bahasa, Azizar Mansyah, S.Sos dalam penutup kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia pelaksana yang telah melaksanakan kegiatan tersebut dengan sukses.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan eksistensi generasi milenial Kota Langsa dalam mengenal kebudayaan Melayu,” ucap Aziz.

Aziz juga mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan pihak pelaksana yang mampu membangkitkan gairah penggiat-penggiat seni dan budaya di Kota Langsa.

“Pelaksana kegiatan mampu dalam membangkitkan animo masyarakat serta para penggiat seni dan budaya di Kota Langsa,” ungkapnya.

Adapun pemenang konten Apresiasi Suara Melayu sebagai juara pertama diraih oleh Faisal Murba. Juara kedua diraih Romi, juara ketiga diraih Ulya dan untuk juara keempat diraih M. Sabi.(R).

Berita Terkait

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 
Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 
Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi
Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB