Dinkes Bireuen Lakukan Pemetaan Penanganan Stunting

Jumat, 19 November 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes Bireuen Lakukan Pemetaan Penanganan Stuting Kepada Kapus dan Petugas Kesehatan Desa di Hotel Luxury Bireuen.

Dinkes Bireuen Lakukan Pemetaan Penanganan Stuting Kepada Kapus dan Petugas Kesehatan Desa di Hotel Luxury Bireuen.

Bireuen (MA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bireuen kembali melakukan pemetaan stunting dibeberapa kecamatan dalam Kabupaten Bireuen, acara berlangsung di Hotel Luxury Bireuen, Jum’at (19/11).

Di acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Bireuen dr. Irwan, M.Kes dihadapan peserta yang hadir menyampaikan program stunting telah berjalan dalam Kabupaten Bireuen selama dua tahun lebih, berbagai langkah penanganan dan upaya serta strategi telah dilakukan melalui delapan aksi konvergensi stunting.

Aksi Integrasi merupakan bentuk pendekatan intervensi yang dilakukan secara pemetaan yang terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama sehingga institusi penanggung jawab Aksi Integrasi juga melibatkan lintas sektor lainnya dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi (Monev) dalam melaksanakan pemantauan kegiatan secara sinergitas, ungkapnya.

Selain itu menurut Kadinkes Bireuen, ada juga langkah konvergensi percepatan penurunan stunting sangat penting, agar kedepan program-program intervensi dapat dilaksanakan secara optimal ditengah masyarakat. Sehingga berkontribusi semua pihak lintas sektor bisa berperan aktif dalam upaya menekan angka penurunan prevalensi stunting.

BACA JUGA...  Wajib...!!!, Patuhi Protokol Kesehatan Secara Masif

Dia juga memperkuat dengan landasan hukum, seperti keluarnya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting,” ada 5 pilar utama yang penting dalam percepatan penurunan stunting. Kelima pilar itu adalah komitmen politik dan kepemimpinan nasional dan daerah dalam melaksanakan kampanye nasional, sosialisasi dan komunikasi perubahan perilaku manusia dan pimpinan kepala keluarga dalam menjaga lingkungan keluarga,” sebut Kadinkes Bireuen ini.

dr. Irwan menerangkan, pola hidup yang sehat dengan pemenuhan gizi yang cukup kepada Ibu hamil dan balita, yaitu dengan sistem konvergensi antara
program pemerintah pusat, daerah, pemerintah Desa, lingkungan masyarakat, ketahanan pangan serta pemenuhan gizi yang memadai dan perlu juga memonitoring dan mengevaluasinya.

BACA JUGA...  Pastikan Tepat Sasaran, Julinardi Mendata Langsung Janda Penerima Bantuan

Sedangkan target sasaran strategis tahun 2024 adalah penurunan stunting dari 30,8% menjadi 14% dan wasting dari 10,2% menjadi 7%. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan cakupan program yang berdampak pada penurunan masalah Gizi. ujarnya dr. Irwan.

Sementara itu, analisis hasil pengukuran stunting tingkat Kabupaten disampaikan oleh Fitriani, S.SiT., M.Keb selaku Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat. Fitriani menyebutkan bentuk Deseminasi Analisis Pengukuran Data. Sedangkan Lokus Stunting kembali diperkuat dengan landasan hukum dari pimpinan kepala Daerah dalam Keputusan Bupati Bireuen Nomor 362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi dalam Kabupaten Bireuen Tahun 2021.

BACA JUGA...  Tiga Ambulans Baru Diserahkan, Wabup Aceh Utara: Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

“Kabupaten Bireuen terdapat 17 Kecamatan dan memiliki 20 Puskesmas,” ujarnya Fitriani.

Dalam Keputusan Bupati Bireuen Nomor 362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi dalam Kabupaten Bireuen Tahun 2021 terdapat 5 Kecamatan penanganan skala prioritas yaitu Kecamatan Pandrah di Gampong Panton Bili, dan Blang Rhue, Kecamatan Jeunib di Gampong Alue Setui, Kecamatan Makmur di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Peusangan di Gampong Seunebok Baro, Krueng Due, dan Karieng, dan Kecamatan Gandapura di Gampong Samuti Aman, Blang Rambong, dan Pulo Gisa, tandasnya Fitriani S.SiT., M.Keb.

Pada acara tersebut turut dihadiri Kepala Puskesmas se Kabupaten Bireuen dan unsur kesehatan ditingkat Gampong yang di Kabupaten Bireuen. (*).

Laporan : Iqbal

Berita Terkait

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Rabu, 4 November 2026 - 08:15 WIB

Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB