PPK Dinas Pertanian Kabupaten Agara Bantah Atas Issu Mark-Up Pengadaan Bebek

Selasa, 7 Januari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Cane (MA) – Marahalim,SP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara, membantah atas munculnya issu yang dituding kepadanya, menyangkut pengadaan hewan jenis bebek yang dilansir sejumlah media selama ini.

Menurut Marahalim, pemberitaan yang muncul dibeberapa media itu tentang tudingan issu mark-up pengadaan hewan jenis bebek, hal tersebut tidak benar sama sekali dan sangat merugikan dirinya., ungkap Marahalim.

Dijelaskan, harga bebek tersebut perekornya Rp.70.000 dalam harga itu sendiri sudah didalamnya ongkos angkut dari asal ternak dengan biaya Rp. 5000 perekor, ditambah biaya pemeriksaan dan seleksi ternak Rp. 6000 perekor serta biaya karantina atau penampungan sementara.

BACA JUGA...  Tri Astuti : Disabilitas Bukan Kaum Marginal

Selain itu, juga ada biaya untuk penjagaan hewan, beli pakan, sewa kandang selama 14 hari Rp. 7700 per ekornya, biaya angkut dari penampunagan sementara ke titik penyerahan Rp.1.500 perekornya, biaya Provit serta inflasi Rp.3.500 sehingga total harga mencapai Rp. 70.000 perekor bebek.

Jumlah ternak bebek yang di salurkan lanjut Maharani, seluruhnya 84.452 ekor dan jumlah kelompok penerima bantuan 169 kelompok di beberapa Desa dan Kecamatan di seluruh Kabupaten Aceh Tenggara.

BACA JUGA...  Jaga Kebersihan Disbudpar Aceh dan FKH Teurawah Canangkan Toilet Bersih 2018

Sedangkan perkelompok disalurkan sebanyak 500 ekor bebek yang disalurkan mulai tanggal 05 Juli 2019 lalu dan berakhir pada awal bulan Desember 2019., jelas Marahalim, kepada media ini Jumat lalu di ruang kerjanya.

Ditambahkan, dirinya berharap kepada semua pihak, agar meyimak betul dan menganalisa terlebih dahulu supaya issu tersebut jangan sampai membuat program pro rakyat ini jadi ruyam. Karena tujuannya untuk mensejahterakan rakyat kecil khususnya peternak bebek.

BACA JUGA...  Nasabah Kecewa Pelayanan BRI Sabang Tidak Profesional

“Saya berharap kepada semua pihak sebaiknya meneliti dan menganalisa terlebih dahulu, data-data yang sebenarnya supaya tidak ada yang dirugikan, apalagi ini merupakan program pemerintah untuk mensejahterakan rakyat khususnya peternak bebek,” tandas Marahalim,SP.(Mara Hasan)

Berita Terkait

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:10 WIB

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Kamis, 17 September 2026 - 20:56 WIB

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Berita Terbaru

Ketua ODGJ Aceh Utara Barona Raja saat mendampingi penanganan ODGJ di Aceh Utara.

KESEHATAN

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 Sep 2026 - 15:10 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M

Senin, 21 Sep 2026 - 12:29 WIB

Oplus_131072

RAGAM BERITA

Verdianto Iskandar Pimpin PB GABSI

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:58 WIB

NANGGROE

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:53 WIB

RAGAM BERITA

WALHI: Selamatkan Bumi

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:44 WIB